Foto korban serangan udara AS-Israel dipajang di depan reruntuhan bangunan di Teheran, Iran, Senin (13/4/2026). Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Dari jumlah korban itu, sedikitnya 210 anak dikabarkan tewas sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan perdamaian yang diadakan di Islamabad pada 11 April.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN-Mohammad Marandi, anggota delegasi Iran yang ikut serta dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, mengatakan J D Vance, Wakil Presiden AS, secara terus-menerus memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai perkembangan negosiasi.
Marandi menjelaskan, dalam wawancara melalui platform YouTube pada Kamis (16/4/2026) dilansir Aljazeera, bahwa pemberitahuan Vance kepada Netanyahu mengenai jalannya negosiasi secara langsung merupakan hal yang mengerikan.
"Sejarah umat manusia belum pernah menyaksikan ketundukan seperti ini," kata dia dilansir Aljazeera, Kamis.
Dia menunjukkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang memimpin delegasi Iran dalam negosiasi yang diselenggarakan di Pakistan, tetap berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, selama negosiasi berlangsung.
Sementara Vance melakukan panggilan telepon dengan Gedung Putih dan pihak-pihak lain.
Marandi menggambarkan Israel sebagai koloni yang mengendalikan Amerika Serikat dan menganggap bahwa pemberitahuan Vance kepada Netanyahu mengenai detail negosiasi merupakan penghinaan bagi rakyat Amerika.
Dia menambahkan dalam wawancara tersebut bahwa Netanyahu dan pihak lain "secara praktis menggagalkan kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat", sambil memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan keruntuhan ekonomi global dalam waktu dekat.
sumber : Antara

2 hours ago
1

















































