Jakarta, CNBC Indonesia — Ada transaksi jumbo di emiten sawit PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO). Sebanyak 599,67 juta saham berpindah tangan dengan harga rata-rata Rp 7.903.
Dengan demikian transaksi yang terjadi di sesi 1i tu mencapai Rp 4,74 triliun. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pelaku dan tujuan dari transaksi tersebut.
Seiring dengan transaksi jumbo itu, saham SGRO naik 6,67% ke level 6.400 pada akhir sesi 1.
Sebagai informasi, Prime Agri Resources sebelumnya bernama Sampoerna Agro. Perubahan nama perusahaan ini dilakukan seiring dengan AGPA Pte. Ltd, anak perusahaan dari POSCO International Corporation asal Korea Selatan mengakuisisi SGRO dari Twinwood Family Holdings Limited.
POSCO International adalah perusahaan global asal Korea Selatan yang merupakan bagian dari POSCO Group. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang, di antaranya perdagangan, energi, baja, dan agribisnis.
Melansir situs resmi perseroan, pada tahun 2024, perusahaan mencatat penjualan sebesar KRW 32.340,8 miliar atau sekitar Rp 368,5 triliun (1 KRW= Rp11,39). Pada periode yang sama, laba operasionalnya mencapai KRW 1.116,9 miliar atau sekitar Rp12,72 triliun.
Ruang lingkup bisnis utama perusahaan meliputi perdagangan, sumber daya, serta pengembangan dan operasi infrastruktur. Ketiga pilar ini menjadi fondasi pertumbuhan yang konsisten bagi perusahaan selama bertahun-tahun.
Perusahaan juga berfokus pada sejumlah bidang spesialisasi yang mencakup energi, seperti gas alam, LNG, energi surya, energi angin, hingga hidrogen. Selain itu, perseroan bergerak di sektor baja dan bahan baku baja, material baterai sekunder, gandum, minyak nabati, kapas, serta bioplastik.
Tidak hanya itu, perusahaan turut mengembangkan komponen kendaraan ramah lingkungan serta proyek infrastruktur dan fasilitas industri. Diversifikasi ini menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing perusahaan di pasar global.
Di Indonesia, POSCO Grup aktif di berbagai sektor, antara lain PT Krakatau POSCO, pabrik baja terintegrasi di Cilegon, perusahaan joint venture dengan PT Krakatau Steel yang dibentuk untuk merevitalisasi industri baja Indonesia. Selain itu, POSCO terlibat dalam sektor energi melalui kerjasama dengan konsorsium Pertamina Hulu Energi North East Java.
Adapun per 31 Januari 2026, penerima manfaat akhir SGRO adalah In Hwa Chang. Dia mengendalikan SGRO melalui Agpa Pte. Ltd. yang menggenggam 65,72% saham.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































