Diduga Peserta Haji Ilegal, Belasan WNI Ini Coba Peruntungan Lewat Bali

10 hours ago 3

Pesawat udara melintas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa (30/12/2025). Pengelola bandara tersebut mencatat realisasi extra flight atau penerbangan tambahan mencapai sebanyak 283 penerbangan dengan rute terbanyak yaitu Jakarta, Surabaya dan Makassar selama 15 hari periode Posko Angkutan Angkutan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada 15-29 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID,BADUNG — Kantor Imigrasi Ngurah Rai menunda keberangkatan kepada 13 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga berencana berangkat haji secara non prosedural di Terminal Keberangkatan Internasional Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (22/5/2026). 

"Penundaan dilakukan setelah petugas Imigrasi menemukan sejumlah kejanggalan saat pemeriksaan keimigrasian terhadap rombongan penumpang yang hendak bertolak menuju Kuala Lumpur, Malaysia," kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan dalam keterangannya pada Sabtu (23/5/2026). 

Mulanya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap tujuh WNI tersebut. Dalam pemeriksaan reguler, petugas mendapati ketidakjelasan terkait tujuan keberangkatan rombongan tersebut. Para penumpang juga tidak dapat menunjukkan visa yang sesuai dengan tujuan perjalanan mereka.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui terdapat enam orang lain dalam rombongan, petugas kemudian melakukan pemanggilan terhadap keenam orang tersebut."Sehingga total rombongan yang menjalani pemeriksaan lanjutan berjumlah 13 orang,"ujar Bugie. 

Pada pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan adanya perbedaan keterangan dari masing-masing anggota rombongan terkait maksud dan tujuan keberangkatan mereka. "Kecurigaan semakin menguat ketika salah satu penumpang yang sedang menunjukkan tiket kepulangan rombongan ke Indonesia pada telepon selulernya dan muncul notifikasi percakapan dari grup WhatsApp bernama “Hebat Haji 2026”,"kata Bugie. 

Dari pendalaman terhadap percakapan grup tersebut, ditemukan indikasi adanya rencana keberangkatan rombongan menuju Dubai dalam rangka pelaksanaan ibadah haji yang diduga tidak melalui prosedur resmi. Selain itu, ditemukan pula percakapan yang meminta agar pihak keluarga tidak mengantar rombongan ke bandara guna menyamarkan tujuan keberangkatan sebenarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|