Tentara Israel beroperasi di Jalur Gaza, 21 Desember 2023.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ribuan pasukan TNI tengah disiapkan untuk berangkat ke Jalur Gaza di bawah International Stabilization Forces (ISF) yang menjadi kepanjangan tangan Board of Peace (Dewan Perdamaian) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pengiriman ribuan tentara tersebut diingatkan untuk jangan sampai berkonflik dengan Hamas yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ketua Umum PB Al Washliyah KH Masyhuril Khamis mengungkapkan, seharusnya pihak yang harus dilucuti senjatanya adalah militer penjajah Israel yang melakukan genosida dan kejahatan perang.
"Konyol jika kita (Indonesia) melucuti senjata Hamas, justru seharusnya yang dilucuti itu lsrael yang terus menyerang Palestina," kata Kiai Masyhuril kepada Republika, Jumat (20/2/2026).
Kiai Masyhuril menegaskan, Israel mesti dilucuti senjatanya terlebih dahulu agar tidak membunuh warga Gaza. Meski demikian, Ketua Umum PB Al Washliyah yakin Presiden Prabowo sangat jenius membaca kondisi yang ada. Dia menegaskan, presiden sangat yakin bahwa saat ini lndonesia memainkan peran penting untuk kemerdekaan Palestina.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, pengiriman TNI yang dilakukan dalam kerangka ISF berada di bawah kendali Amerika Serikat (AS).
Menurut dia, ISF dibentuk untuk menciptakan keamanan wilayah (regional security) atau membangun stabilitas wilayah Gaza pasca konflik. Karena itu, spirit ISF ini sejalan dengan program demiliterisasi di Gaza dan Palestina secara keseluruhan yang artinya pelucutan senjata Hamas yang selama ini melakukan perlawanan kepada penjajah Israel.
sumber : Antara

2 weeks ago
4
















































