Seorang warga melihat foto korban serangan udara AS-Israel yang dipajang di depan reruntuhan bangunan di Teheran, Iran, Senin (13/4/2026). Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Dari jumlah korban itu, sedikitnya 210 anak dikabarkan tewas sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan perdamaian yang diadakan di Islamabad pada 11 April.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran Abbas Masjedi menyatakan bahwa jumlah korban jiwa akibat perang agresi AS-Israel mencapai 3.375 orang. Dia mencatat bahwa sekitar 40 persen jenazah awalnya tidak dapat diidentifikasi akibat jenis bom dan rudal yang digunakan oleh musuh.
Abbas Masjedi mengatakan bahwa sebagian besar warga Iran yang gugur dalam perang tersebut adalah warga sipil tak bersalah, anak-anak, lansia, serta individu yang bekerja di pusat-pusat administratif.
Sejak dimulainya perang agresi AS-Israel pada 28 Februari hingga 10 April, total 3.375 warga Iran gugur, di antaranya 2.875 laki-laki dan 496 perempuan. Masjedi menambahkan bahwa saat ini masih ada empat jenazah yang belum ditemukan akibat parahnya dan jenis luka yang diderita.
Masjedi mengatakan lebih dari 160 anak-anak gugur dalam serangan AS-Israel.
“Akibat jenis bom dan rudal yang digunakan oleh Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis, sekitar 40 persen jenazah para syuhada awalnya tidak dapat diidentifikasi, namun rekan-rekan kami di seluruh negeri, khususnya di Teheran, Isfahan, dan Hormozgan, berhasil mengidentifikasi jenazah-jenazah tersebut dan menyerahkannya kepada keluarga mereka,” ujar Masjedi.
Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara secara luas terhadap lokasi militer maupun sipil di seluruh Iran, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan besar pada infrastruktur. Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan operasi balasan dengan menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan regional menggunakan gelombang rudal dan drone.
Sumber:

2 hours ago
2
















































