REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) resmi menjadi induk organisasi olahraga domino setelah diterima sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Kepengurusan PB ORADO juga secara resmi dilantik oleh KONI Pusat.
Pelantikan tersebut sekaligus menegaskan posisi PB ORADO dalam pembinaan dan pengembangan olahraga domino secara berjenjang di Indonesia.
Ketua Umum PB ORADO Yooky Tjahrial mengatakan, pelantikan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat mengenai organisasi resmi yang menaungi olahraga domino di Indonesia.
"Hari ini juga menjawab satu hal yang selama ini mungkin masih sering ditanyakan oleh masyarakat, ‘Sebenarnya, organisasi resmi olahraga domino di Indonesia itu siapa?’ Jawabannya jelas. PB ORADO adalah induk organisasi olahraga domino yang telah diterima sebagai anggota KONI Pusat, dan hari ini kepengurusan PB ORADO secara resmi dilantik oleh KONI Pusat," kata Yooky di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (20/8/2026).
"Tetapi saya ingin mengingatkan teman-teman semua, status resmi ini bukan untuk membuat kita merasa paling hebat atau lebih tinggi dari siapa pun. Justru ini adalah amanah," ujarnya menambahkan.
Menurut Yooky, amanah tersebut harus diwujudkan dengan menaungi, menata, membina, dan mengembangkan olahraga domino secara resmi dan berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Saat ini, ORADO telah hadir di 38 provinsi dan 309 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut menjadi modal organisasi untuk merangkul komunitas dan pemain domino yang telah berkembang di berbagai daerah.
Yooky menegaskan, keberadaan PB ORADO bukan untuk mempertajam perbedaan dengan komunitas maupun kelompok domino yang telah lebih dulu ada.
"Kita hadir bukan untuk mempertajam perbedaan. Kita hadir untuk menyatukan seluruh insan domino Indonesia ke dalam satu wadah, satu sistem, dan satu tujuan yang sama," jelasnya.
Setelah pelantikan, PB ORADO akan memprioritaskan pembangunan sistem kompetisi yang jelas, pembinaan atlet secara berjenjang, peningkatan kualitas wasit, pembentukan klub, serta penyelenggaraan pertandingan yang profesional dan menarik.
Yooky mengatakan, ORADO juga akan dikembangkan sebagai bagian dari sport industry. Dengan konsep tersebut, olahraga domino diharapkan memiliki nilai prestasi, hiburan, sekaligus nilai ekonomi.
"Kita akan memanfaatkan teknologi agar pertandingan domino bisa ditonton dengan menarik. Kita akan membangun klub, turnamen, liga, merchandise, dan membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak," ungkapnya.
Namun, ia menegaskan bahwa atlet tetap harus menjadi pusat dari pengembangan olahraga domino.
"Yang harus menjadi bintang adalah para atlet. Mereka yang harus dikenal, mendapatkan prestasi, menjadi brand ambassador, dan menginspirasi generasi berikutnya," tuturnya.
PB ORADO juga menargetkan olahraga domino dapat dipertandingkan sebagai cabang olahraga eksibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Untuk mencapai target tersebut, Yooky mengatakan ORADO harus membuktikan memiliki organisasi yang kuat, pembinaan yang berjalan, atlet berkualitas, regulasi yang jelas, serta kompetisi yang aktif dari tingkat daerah hingga nasional.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengenal olahraga domino dan menjadikannya sebagai aktivitas yang terbuka, tertib, sportif, serta profesional.
"Hari ini KONI telah memberikan kepercayaan kepada kita. Sekarang tugas kita adalah membuktikan bahwa kepercayaan tersebut diberikan kepada organisasi yang tepat,"

1 hour ago
2















































