Dinkes Gunungkidul Catat 13 Kasus Leptospirosis, Tiga Orang Meninggal

2 hours ago 1

Dinkes Gunungkidul Catat 13 Kasus Leptospirosis, Tiga Orang Meninggal Ilustrasi leptospirosis. - Istimewa

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Angka kematian akibat penyebaran Leptospirosis di Kabupaten Gunungkidul meningkat pada awal 2026. Hingga awal Maret, tercatat tiga warga meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2025. Pada tahun lalu, dari 30 kasus leptospirosis yang ditemukan, hanya satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Tren Kasus Fluktuatif

Secara umum, jumlah kasus leptospirosis di Gunungkidul mengalami fluktuasi setiap tahun. Rinciannya antara lain pada 2022: 34 kasus, 5 kematian, di 2023.84 kasus, 4 kematian, pada 2024 29 kasus, 0 kematian, di 2025 terdapat 30 kasus, 1 kematian dan Awal 2026: 13 kasus, 3 kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan dua dari tiga korban meninggal berasal dari Kapanewon Playen.

“Total ada 13 kasus, yang meninggal tiga orang. Dua korban di antaranya berasal dari Kapanewon Playen. Kalau tahun lalu ada 30 kasus dengan korban meninggal satu orang,” kata Ismono, Minggu (8/3/2026).

Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Ismono menegaskan penyakit leptospirosis tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, termasuk gagal ginjal yang membuat pasien harus menjalani cuci darah secara rutin.

“Yang paling fatal, penderita bisa meninggal dunia, makanya harus dilakukan pencegahan. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan penyebaran leptospirosis memiliki pola yang hampir mirip dengan Demam Berdarah Dengue karena sering meningkat pada musim hujan.

Penyakit ini umumnya menyebar melalui lingkungan yang terkontaminasi air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala leptospirosis yang perlu diwaspadai antara lain Demam dan tubuh panas, Pusing, Mata memerah, Nyeri pada luka atau bagian tubuh tertentu.

Upaya Pencegahan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar, mengatakan pihaknya berkomitmen menekan penyebaran leptospirosis di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Handayani.

Upaya yang dilakukan antara lain melalui kampanye gerakan hidup bersih dan sehat serta mendorong fasilitas kesehatan lebih responsif dalam mendeteksi gejala penyakit tersebut.

“Kami juga akan mendukung dengan penyediaan alat untuk deteksi dini sehingga angka fatalitas bisa dikendalikan karena pasien dapat segera tertangani dengan baik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|