DIY Punya 420 Ribu UKM, Gekrafs Dorong Ekosistem Industri Kreatif

3 hours ago 3

DIY Punya 420 Ribu UKM, Gekrafs Dorong Ekosistem Industri Kreatif Musyawarah Wilayah II Gekrafs DIY 2026 di PDIN, Jogja, pada Kamis (5/3/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA— Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) DIY berupaya membangun kembali ekosistem industri kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya tersebut difokuskan pada pengembangan generasi muda serta penguatan berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Ketua Gekrafs DIY, Sarah Azzahra, mengatakan DIY memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif karena dikenal sebagai kota pelajar sekaligus kota kreatif. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola melalui ekosistem yang lebih terstruktur agar mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha kreatif.

“Karena Gekrafs sendiri sudah cukup lama nonaktif, harapannya di periode 2026 hingga 2029 ini bisa kembali berkiprah di Yogyakarta. DIY ini kota kreatif yang banyak industri kreatifnya, jadi kita harus membangun ekosistem yang lebih baik bagi para pelaku industri kreatif,” ujarnya saat Musyawarah Wilayah Gekrafs DIY, Kamis (5/3/2026).

Ia menuturkan program kerja yang disiapkan akan banyak berkaitan dengan penguatan sektor kebudayaan dan pariwisata yang selama ini menjadi kekuatan utama DIY. Program tersebut juga dirancang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Programnya kami fokus pada kebudayaan dan pariwisata di Kota Jogja. Kami juga akan berkolaborasi dengan duta budaya, duta bahasa, hingga Dimas Diajeng di masing-masing daerah agar bisa menghasilkan pelaku ekonomi yang bermanfaat bagi Yogyakarta,” katanya.

Sarah menjelaskan organisasi tersebut juga akan membangun kepengurusan yang mewakili seluruh subsektor ekonomi kreatif. Hal ini penting agar setiap subsektor memiliki program pengembangan yang lebih spesifik.

“Ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor dan kami ingin setiap bidang itu ada pengurusnya. Harapannya masing-masing bidang bisa menjalankan program sesuai sektor yang mereka tangani,” ujarnya.

Selain itu, Gekrafs DIY menargetkan generasi muda sebagai sasaran utama pengembangan organisasi. Banyak mahasiswa dan anak muda di DIY yang sudah terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Kami ingin menyasar anak-anak muda, terutama Gen Z. Banyak mahasiswa yang sudah menjadi pelaku ekonomi kreatif, sehingga semangat muda ini diharapkan bisa menghadirkan organisasi yang lebih dinamis,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, menilai keberadaan organisasi seperti Gekrafs dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di daerah.

“Gerakan ekonomi kreatif ini menjadi wadah bagi kita semua untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yuna.

Ia menyebut potensi ekonomi kreatif di DIY cukup besar jika dilihat dari jumlah pelaku usaha yang ada. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah usaha kecil menengah jauh lebih banyak dibanding industri kecil menengah.

“Di DIY ada sekitar 95.800 industri kecil menengah. Sementara jumlah UKM mencapai kurang lebih 420.000 unit usaha,” katanya.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif di DIY perlu dilakukan melalui kolaborasi antara organisasi pelaku usaha, pemerintah daerah, serta sektor pariwisata yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi kreatif di Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|