Dolar Tembus Rp17.300, Airlangga Bilang Rupiah Tak Tertekan Sendirian

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah akan terus memantau pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.32 WIB, mata uang Garuda melemah 0,79% ke level Rp17.305/US$. Level ini sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa yang baru secara intraday.

"Ya kita monitor aja, karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak," tegas Airlangga, selepas rilis data investasi di Kantor BKPM, Kamis (23/4/2026).

Airlangga pun meminta agar masyarakat tidak reaktif berlebihan. Dia memastikan Bank Indonesia akan menjalankan tugasnya menjaga nilai tukar.

"Kita monitor aja, dan itu BI tugasnya menjaga," paparnya.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan tekanan yang terjadi terhadap kurs rupiah hari ini tidak terlepas dari tingginya ketidakpastian global. Makanya, ia menekankan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebetulnya tidak melemah sendiri.

"Tekanan pada Rupiah yang terjadi sejak pagi tadi lebih banyak karena meningkatnya ketidakpastian global, sehingga mata uang regional mengalami tekanan yang sama," kata Destry kepada CNBC Indonesia.

Oleh sebab itu, ia pun memastikan, Bank Indonesia akan terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat struktur suku bunga instrumen pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik, di tengah berlanjutnya dampak perang Timur Tengah.

"Intervensi yang berkesinambungan akan terus kami lakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder," kata Destry.

Ia menekankan, pelemahan rupiah masih sejalan dengan regional. Secara tahun berjalan atau year to date, kurs rupiah ia anggap telah melemah dengan minus 3,54% dan cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|