Dompet Dhuafa dan Musisi Gelar Sound of Humanity untuk NTT, Targetkan Himpun Rp 30 Miliar

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dompet Dhuafa bersama sejumlah musisi menggelar konser amal bertajuk “Sound of Humanity” untuk NTT di Warnoes Juanda, Depok, Jawa Barat, Senin (24/8/2026) malam.

Melalui kolaborasi musik dan aksi kemanusiaan lainnya, Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan dana hingga Rp 30 miliar untuk membantu penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Konser amal melibatkan sejumlah musisi, di antaranya Istiqomah Djamad yang dikenal dengan nama panggung Pusakata, Parade Hujan, Adrian Yunan, Enau, Chiki Fawzi, Vikri and My Magic Friend, serta Kastra. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menggalang kepedulian masyarakat bagi warga terdampak bencana di NTT.

General Manager Marketing Communication Dompet Dhuafa, Suci Qadarsih mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan membuka ruang partisipasi masyarakat yang ingin membantu korban bencana di NTT.

“Ini charity concert namanya Sound of Humanity for NTT, kita ingin melibatkan lebih banyak masyarakat untuk terlibat membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Suci kepada Republika di sela acara Sound of Humanity.

Menurutmya, Depok dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan karena masih banyak masyarakat yang memiliki keinginan membantu saudara di NTT, tetapi belum mengetahui saluran yang dapat digunakan untuk menyalurkan donasi.

Setelah Depok, Sound of Humanity bisa digelar di beberapa kota lainnya juga. Suci menjelaskan, gagasan konser amal tersebut juga lahir dari inisiatif para musisi.

Sebelumnya, Pusakata menggelar konser amal di Labuan Bajo beberapa hari setelah bencana terjadi. Konser ini mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk warga negara asing yang hadir dan turut memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak di NTT. Berangkat dari semangat itu, sejumlah musisi mengusulkan agar aksi serupa juga digelar di wilayah lain.

“Harapannya Sound of Humanity ini tidak berakhir di Depok saja, tetapi bisa keliling, bukan hanya di Jabodetabek, melainkan juga ke daerah-daerah lain yang masyarakatnya ingin membantu NTT,” ujar Suci.

Dompet Dhuafa membuka penggalangan dana melalui berbagai saluran, baik secara langsung di lokasi acara Sound of Humanity maupun secara digital. Masyarakat yang tidak dapat hadir tetap dapat berpartisipasi melalui kanal donasi digital yang disediakan Dompet Dhuafa, termasuk melalui pembayaran digital dan transfer.

Warnoes Juanda turut mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan lokasi pelaksanaan konser. Selain itu, tempat usaha tersebut juga berkomitmen menyumbangkan 5 persen hasil penjualannya untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.

Dukungan juga datang dari Bayu Suara yang menyediakan kebutuhan tata suara untuk memastikan pesan kemanusiaan dan karya para musisi dapat tersampaikan kepada para penonton.

Suci mengatakan, target penghimpunan dana Rp 30 miliar diperlukan karena bantuan tidak hanya difokuskan pada masa tanggap darurat, tetapi juga untuk mendukung proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.

Menurut dia, kebutuhan pemulihan di NTT cukup besar mengingat wilayah terdampak bencana tersebar di sejumlah daerah di Pulau Flores. Kerusakan rumah warga serta dampak gempa yang masih dirasakan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

"Proses recovery ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya pemerintah, juga masyarakat. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk ikut membantu teman-teman kita di NTT,” ujar Suci.

Saat ini, Dompet Dhuafa masih memfokuskan bantuan pada kebutuhan tanggap darurat, seperti obat-obatan, tempat tinggal sementara atau tenda pengungsian, makanan siap saji, serta penyediaan air bersih.

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting karena sebagian masyarakat sebelumnya telah menghadapi kekeringan akibat musim kemarau. Kondisi tersebut semakin berat setelah terjadinya bencana yang turut mengganggu sumber-sumber air dan akses logistik ke sejumlah wilayah.

Selain bantuan kebutuhan dasar, Dompet Dhuafa menyiapkan layanan wifi gratis di sejumlah pos kemanusiaan. Layanan ini diharapkan membantu masyarakat yang mengalami kendala komunikasi akibat terputusnya akses di beberapa wilayah terdampak.

Melalui kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, musisi, pelaku usaha, dan masyarakat, Suci berharap aksi Sound of Humanity for NTT dapat memperluas solidaritas publik terhadap warga yang masih membutuhkan bantuan.

"Bantuan ini diharapkan tidak hanya dilakukan pada masa respons darurat, tetapi juga dapat terus berlanjut hingga tahap pemulihan,” ujar Suci.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|