REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran di Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan bahwa ilmuan, akademisi, dosen, infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sasaran serangan Amerika Serikat (AS) dan Zionis Israel. Menurutnya, AS dan Zionis Israel ketakutan atas kemajuan Iran di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Boroujerdi mengatakan, mungkin kemajuan Iran di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi alasan utama AS dan Zionis Israel menyerang.
"AS dan Zionis menyerang pusat akademik di Iran, menyerang berbagai perguruan tinggi, dan ini terjadi dalam perang 12 hari dan perang yang sekarang terjadi terhadap negara kami," kata Boroujerdi saat berkunjung ke kantor Republika, Kamis (30/4/2026)
Boroujerdi mengungkapkan, para ilmuan, akademisi dan dosen Iran jadi sasaran serangan AS dan Zionis Israel. Infrastruktur yang berkaitan dengan kampus dan berbagai sektor penelitian juga jadi sasaran serangan AS dan Zionis Israel.
Boroujerdi menyampaikan bahwa memang Iran meraih kemajuan di berbagai bidang ilmu pengetahuan, di antaranya di bidang antariksa, nanoteknologi, bioteknologi, kesehatan, kedokteran, ilmu nuklir, pertanian dan lain sebagainya. Ilmu-ilmu ini yang secara langsung berhubungan dengan teknologi canggih, bahkan teknologi canggih seperti nuklir telah dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan kesehatan.
Ia menegaskan, sebenarnya jika Iran tidak memiliki tekanan dan ancaman dari pihak musuh, maka tidak ada alasan bagi Iran untuk mengalihkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ke bidang militer serta pertahanan.
"Banyak dari sektor militer yang teknologinya kami miliki bisa dimanfatkan di sektor non militer seperti berbagai jenis satelit dan berbagai drone yang kami punya dimanfaatkan untuk bidang pertanian," ujarnya.
Terkait arah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Boroujerdi menegaskan, merupakan hal-hal yang bergantung pada tekanan pihak musuh. Jika musuh tidak menekan, Iran tidak akan memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang militer. Di sektor AI misalnya Iran telah melakukan penelitian yang sangat baik.
"Kami bisa menyimpulkan bahwa musuh pada saat menyerang kami tidak menyerang sektor militer Iran, melainkan yang mereka incar adalah ilmu pengetahuan dan teknologi di negara kami, mereka mengincar masyarakat sipil seperti mereka menyerang masjid, sekolah dan lain sebagainya," kata Boroujerdi.
Menurut Boroujerdi, yang ditakutkan AS dan Zionis Israel adalah Iran menjadi negara yang maju. Iran yang Islami dan sudah 46 tahun mereka tekan (embargo) tetapi masih bisa meraih kemajuan. Maka AS dan Zionis dalam serangannya menargetkan infrastruktur ilmiah di Iran karena mereka khawatir kemajuan Iran menjadi lebih maju lagi.

1 hour ago
1

















































