Warga melintas di dekat penitipan anak atau daycare Little Aresha yang disegel polisi di Umbulharjo, Yogyakarta, Ahad (26/4/2026). Daycare Little Aresha digerebek polisi terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan pada Jumat (24/4), saat ini polisi telah menetapkan 13 tersangka terkait kasus tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dugaan kekerasan menimpa sekitar 53 anak di Taman Penitipan Anak (Daycare) Little Aresha Yogyakarta.
Peristiwa tersebut mengundang komentar di dunia maya yang cenderung menyalahkan perempuan karena tidak mau mengasuh anak-anaknya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (Sekum PP) Aisyiyah, Dr Tri Hastuti Nur Rochimah, menegaskan bahwa tidak tepat menyalahkan perempuan karena tugas pengasuhan adalah tugas bersama antara suami dan istri.
Tri juga menjelaskan fenomena yang terjadi sekarang tidak seperti dulu, dulu banyak yang istrinya tinggal di rumah mengurus anak, sementara suaminya bekerja.
Sekarang banyak keluarga-keluarga muda yang menitipkan anaknya daycare karena ayah dan ibunya bekerja akibat kebutuhan semakin meningkat.
"Karena memang kebutuhan meningkat ya, istri harus bekerja, suami harus bekerja, sementara mereka tidak punya supporting system yang membantu, ada juga yang menitipkan anak ke neneknya tapi tidak semua orang bisa seperti itu," kata Tri kepada Republika.co.id, Senin (27/4/2026)
Tri menambahkan, bagi mereka yang tidak punya pilihan menitipkan anak ke neneknya, maka dititipkan ke daycare.
Menurutnya, day care sebenarnya banyak manfaatnya bagi keluarga yang suami dan istrinya bekerja. Asalkan dipastikan day carenya baik, anak-anak yang dititipkan di sana akan belajar beradaptasi dan bersosialisasi sejak kecil.

2 hours ago
1

















































