Mismatch Pendidikan Jadi Bom Waktu Masa Depan Indonesia

2 hours ago 2

Citiasia Inc. bersama Ikatan Teknisi dan Teknolog Rekayasa Indonesia (Iterati) mendorong berbagai program bersama dalam pengembangan kapasitas, sertifikasi, dan pemetaan talenta SDM teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia sedang menghadapi ironi besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Hal itu karena jumlah lulusan terus meningkat setiap tahun. Namun di sisi lain, kualitas keterhubungan dengan dunia kerja justru melemah. Data menunjukkan, hanya 64 persen pekerja muda bekerja sesuai dengan kualifikasi pendidikan mereka.

Sedangkan 22,36 persen mengalami overeducation (terlalu tinggi) untuk pekerjaan yang mereka jalani. Artinya terjadi "pemborosan" sumber daya yang tidak sesuai dengan pemanfaatan di dunia kerja. Hal itu menandakan hampir separuh talenta muda Indonesia tidak benar-benar berada di jalur yang tepat.

Mismatch pendidikan pun telah menjelma menjadi bom waktu yang menggerus produktivitas nasional. Lulusan yang tidak bekerja sesuai bidangnya cenderung kehilangan momentum kompetensi, sementara mereka yang overeducated menghadapi stagnasi dan menjadi kurang berdaya guna.

Dalam konteks itulah kolaborasi antara Citiasia Inc. dan Ikatan Teknisi dan Teknolog Rekayasa Indonesia (Iterati) menjadi relevan, bahkan mendesak. Forum Kongres I Iterati 2026 bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi bahwa persoalan tersebut sudah berada pada titik kritis dan membutuhkan intervensi yang nyata.

Dalam forum tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto menegaskan pentingnya penguatan pendidikan vokasi dan sistem kompetensi. Langkah itu untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi.

CEO Citiasia, Fitrah R Kautsar, menjelaskan, ketika mismatch dibiarkan, Indonesia tidak hanya kehilangan peluang pada masa sekarang, tetapi juga masa depan. "Kita harus berhenti mengukur kualitas SDM hanya dari ijazah dan mulai menilai dari kompetensi nyata yang dapat digunakan dan teruji," ujarnya di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|