Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam yang digelar Prof M Din Syamsuddin di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof M Din Syamsuddin mengungkap fakta bahwa salah satu prajurit TNI yang gugur dalam konflik di kawasan Timur Tengah merupakan kader Muhammadiyah. Hal ini disampaikan Din saat bertemu dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menyebut, prajurit tersebut adalah Praka Farizal Romadhon, yang berasal dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.“Yang kebetulan salah seorang yang pertama wafat, Rhomadhon adalah kader Muhammadiyah dari Kulon Progo,” ujar Din.
Dalam kesempatan itu, Din juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sejumlah tokoh Iran dan rakyat sipil dalam perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Ia bahkan menyebut para korban yang gugur sebagai syuhada yang wafat dalam perjuangan menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemerdekaan.
“Berdukacita yang sedalam dalamnya atas syahidnya baik pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah tokoh lain dan juga para prajurit termasuk juga rakyat yang tak berdosa dengan penghargaan yang tinggi atas perjuangan mereka membela kebenaran keadilan dan kemerdekaan,” kata Din.
Ia juga mengapresiasi solidaritas dan ungkapan belasungkawa yang disampaikan pihak Iran kepada umat Islam, termasuk dari Indonesia.
Praka Farizal Romadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia yang berada dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Ahad (29/3/2026). Sementara tiga personel lain, atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, terluka.
Dalam pertemuan tersebut, Din Syamsuddin turut menyampaikan salam dari Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal. Pesan tersebut menekankan bahwa penderitaan rakyat Palestina dan Iran merupakan penderitaan umat Islam secara keseluruhan.
“Air mata dan darah rakyat Palestina dan Iran merupakan air mata dan darah umat Islam seluruhnya,” demikian pesan yang disampaikan.

3 hours ago
2














































