Evakuasi KRL-Argo Bromo Bekasi: 67 Penumpang Masih Terjepit

5 hours ago 1

 67 Penumpang Masih Terjepit KAI dan Basarnas evakuasi korban KRL-Argo Bromo di Bekasi. 67 penumpang masih terjepit, 4 meninggal, 71 luka. - Antara.

Harianjogja.com, BEKASI—Proses evakuasi korban kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus berlangsung intensif hingga Selasa (28/4) dini hari. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebut masih terdapat sekitar enam hingga tujuh penumpang yang terjebak di dalam gerbong KRL akibat benturan keras dalam insiden tersebut.

“Untuk posisi korban yang masih terjepit di gerbong KRL sampai malam hari ini sekitar enam, tujuh orang,” kata Bobby dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Insiden yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, dan menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang luka-luka. Kondisi korban yang masih terjebak dilaporkan berada dalam situasi sulit karena terhimpit struktur gerbong yang rusak berat.

Untuk mempercepat proses penyelamatan, evakuasi dilakukan menggunakan alat berat dan teknik pemotongan rangkaian kereta (ekstrikasi). PT KAI bersama petugas di lapangan juga melakukan pemindahan sebagian rangkaian KA Argo Bromo Anggrek ke arah Bekasi guna membuka akses penyelamatan di lokasi kejadian.

Bobby menjelaskan bahwa di lokasi, tim evakuasi turut memberikan bantuan oksigen serta pertolongan darurat kepada korban yang masih terjebak sembari menunggu proses pembebasan dari gerbong yang ringsek.

“KAI terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan evakuasi dengan mempercepat proses pemotongan mekanik pada bagian gerbong yang menghambat akses terhadap korban,” ujarnya.

Hingga pukul 01.00 WIB, KAI mencatat empat orang penumpang KRL meninggal dunia, seluruhnya merupakan korban yang terdampak langsung benturan keras dalam insiden kecelakaan KRL Bekasi Timur tersebut. Selain itu, 71 penumpang lainnya menjalani observasi dan perawatan di berbagai rumah sakit.

PT KAI memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis optimal melalui koordinasi dengan fasilitas kesehatan, termasuk RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan RS Bantargebang. Sementara itu, masinis dilaporkan selamat dan telah dievakuasi dari rangkaian kereta, meskipun sejumlah petugas serta penumpang KA jarak jauh juga mengalami luka-luka.

Terkait penyebab awal insiden, Bobby menyebut masih dalam tahap pendalaman. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu adanya gangguan di perlintasan sebidang yang berpengaruh terhadap sistem operasional di wilayah Bekasi Timur. Namun demikian, investigasi resmi kecelakaan KRL Argo Bromo Bekasi diserahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sementara itu, Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyampaikan bahwa tim SAR fokus melakukan pemotongan badan gerbong untuk mengevakuasi korban yang masih terjepit, terutama di bagian gerbong paling belakang yang disebut sebagai gerbong wanita.

“Petugas melakukan pemotongan bagian rangkaian gerbong untuk mengeluarkan penumpang yang terjepit,” ujarnya.

Basarnas mengerahkan peralatan ekstrikasi berat dalam operasi penyelamatan yang dipimpin langsung oleh Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo serta Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika, dengan laporan sementara menyebutkan masih ada sekitar enam hingga tujuh penumpang yang belum berhasil dievakuasi dari gerbong KRL yang rusak akibat tabrakan di Bekasi Timur.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba melaporkan total 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dalam kondisi selamat, meskipun sebagian mengalami luka ringan. Sementara 38 penumpang KRL telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

“Penumpang KA Argo Bromo Anggrek disiapkan untuk dikembalikan ke Stasiun Gambir. KAI bertanggung jawab penuh baik dari sisi precovery maupun penanganan korban,” kata Anne.

Untuk memudahkan informasi keluarga korban dalam insiden KRL Bekasi Timur, KAI juga membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur serta menyediakan layanan call center 121 bagi masyarakat yang ingin memastikan kondisi penumpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|