Film Laut Bercerita Libatkan Fotografer Jurnalistik demi Keakuratan Visual

1 hour ago 3

Salah satu adegan film Laut Bercerita. Film Laut Bercerita melibatkan fotografer khusus jurnalistik untuk menangkap nuansa kelam tragedi 1998 secara autentik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara film Laut Bercerita, Yosep Anggi Noen, menghadirkan pendekatan visual berbeda dalam film tersebut. Dia melibatkan fotografer khusus jurnalistik untuk menangkap nuansa kelam tragedi 1998 secara autentik.

Langkah ini diambil agar detail visual penghilangan aktivis terasa hidup dan menusuk emosi penonton. Pelibatan dua fotografer senior itu dilakukan agar sudut pandang pengambilan gambar, gerak-gerik, serta teknis kerja juru kamera saat meliput kejadian masa lalu dapat digambarkan secara akurat di layar lebar, di mana Anggi menekankan nama mereka masuk dalam kategori embargo yang pengungkapannya baru boleh diinformasikan mendekati waktu penayangan film.

"Fotografernya aja dua khusus untuk mewakili dua tokoh fotografer. Satu ini dan satu yang rahasia. Apa namanya? Embargo, embargo itu sampai 29 Oktober," kata Anggi Noen dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Dalam menggarap film bergenre periodik atau sejarah itu, Anggi merasakan tantangan internal, seperti dalam proses kreatif yaitu bagaimana menghadirkan elemen visual masa lalu yang sudah sulit ditemukan pada masa kini. Menurut dia, pencarian detail visual seperti bentuk jalanan, ruangan, hingga pakaian tempo dulu yang menjadi latar adegan memerlukan usaha yang sangat besar.

Bahkan Anggi bergurau bahwa kru filmnya harus bertingkah mirip sutradara Christopher Nolan yang gemar membuat objek nyata langsung ketimbang memakai efek komputer. Misalnya, saat membuat kebun jagung di atas lahan 2.000 hingga 3.000 meter persegi selama berbulan-bulan sebelum jadwal syuting, demi mendapatkan tinggi tanaman yang sesuai dengan kebutuhan visual adegan.

"Kita nanam jagung, dan kita nanam jagung banyak kayak sok-sokan kayak Christopher Nolan gitu," ujar Anggi Noen, merujuk latar adegan kebun jagung dalam film Nolan, Interstellar (2014).

"Tiga bulan sebelum (syuting) kita udah nanam-nanam gitu. Terus pas kita datang, kita syuting, pas jagungnya itu muncul, bagus juga wah, lumayan bisa untuk konsumsi waktu break syuting kan, eh ternyata yang ditanam jagung ternak, untuk sapi," kata Anggi.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|