Gaji CEO Apple John Ternus Capai Rp2,8 Miliar per Hari?

4 hours ago 4

Harianjogja.com, JOGJA—Angka US$58 juta atau sekitar Rp1,03 triliun mungkin terdengar seperti gaji fantastis untuk John Ternus setelah resmi menjadi CEO Apple. Jika dibagi rata setahun, nilainya bahkan setara sekitar Rp2,8 miliar per hari.

Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya berupa uang tunai yang masuk ke rekening Ternus.

Apple menetapkan target kompensasi tahunan sebesar US$58 juta untuk CEO barunya. Paket tersebut terdiri dari gaji pokok US$3 juta per tahun dan penghargaan saham dengan nilai target US$55 juta untuk tahun fiskal 2027.

Dengan asumsi kurs sekitar Rp17.700 per dolar AS, gaji pokok US$3 juta setara sekitar Rp53,1 miliar setahun atau Rp4,43 miliar per bulan.

Artinya, jika yang dihitung hanya gaji tunai, nominal yang diterima Ternus jauh lebih kecil dibandingkan angka US$58 juta yang ramai diberitakan.

Dari Mana Angka US$58 Juta Berasal?

Apple mengungkapkan rincian kompensasi tersebut melalui dokumen yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission atau SEC pada 1 September 2026, bertepatan dengan hari pertama Ternus menjalankan tugas sebagai CEO.

Komponen terbesar berasal dari penghargaan saham senilai target US$55 juta.

Dari jumlah itu, 75 persen atau sekitar US$41,25 juta diberikan dalam bentuk restricted stock units (RSU) berbasis kinerja.

Sementara itu, 25 persen atau sekitar US$13,75 juta merupakan RSU berbasis waktu.

Perbedaan ini penting bagi pembaca karena nilai US$55 juta tersebut bukan berarti Apple langsung menyerahkan uang tunai senilai Rp975 miliar kepada Ternus.

Nilai penghargaan saham berbasis kinerja bergantung pada pencapaian Apple. Vesting-nya ditentukan berdasarkan total shareholder return Apple dibandingkan perusahaan-perusahaan lain dalam indeks S&P 500.

Dengan kata lain, semakin baik kinerja saham Apple dibandingkan perusahaan pembanding, semakin besar peluang penghargaan berbasis kinerja tersebut terealisasi sesuai target atau bahkan lebih tinggi.

Sebaliknya, kinerja yang tidak memenuhi target dapat membuat nilai aktualnya berbeda dari angka yang diumumkan.

Saham Sisanya untuk Mengikat Ternus

Untuk 25 persen penghargaan saham yang berbasis waktu, Apple menggunakan mekanisme vesting bertahap.

Saham tersebut akan diberikan dalam porsi 12,5 persen setiap enam bulan selama empat tahun.

Skema seperti ini bukan sekadar soal pembayaran.

Bagi perusahaan, kompensasi berbasis saham yang dicairkan dalam beberapa tahun dapat menjadi instrumen untuk mempertahankan eksekutif agar tetap berada di perusahaan dalam jangka panjang.

Ternus sendiri merupakan veteran Apple yang sebelumnya menjabat sebagai senior vice president of Hardware Engineering. Ia bergabung dengan Apple pada 2001 dan telah memimpin tim yang menangani berbagai produk serta teknologi perangkat keras perusahaan. Apple secara resmi menunjuknya sebagai pengganti Tim Cook mulai 1 September 2026.

Ada Tambahan US$2,5 Juta

Selain paket untuk tahun fiskal 2027, Ternus juga memperoleh penghargaan RSU prorata dengan nilai target US$2,5 juta untuk masa tugasnya sebagai CEO pada bagian tahun fiskal 2026.

Penghargaan tersebut diberikan karena Ternus mulai menjabat CEO pada 1 September 2026, sebelum tahun fiskal 2026 Apple berakhir.

Jika dikonversikan menggunakan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilainya sekitar Rp44,25 miliar.

Namun, lagi-lagi angka tersebut merupakan nilai target penghargaan saham, bukan tambahan gaji tunai sebesar Rp44 miliar.

Bagaimana dengan Tim Cook?

Menariknya, meski tidak lagi menjadi CEO, Tim Cook tetap memperoleh paket kompensasi yang sangat besar.

Setelah menyerahkan posisi CEO kepada Ternus, Cook kini menjabat sebagai Executive Chairman Apple.

Untuk tahun fiskal 2027, Cook mendapatkan gaji pokok sebesar US$2 juta dan penghargaan saham dengan nilai target US$45 juta. Total target kompensasinya mencapai sekitar US$47 juta.

Nilai tersebut masih lebih rendah dibandingkan kompensasi Cook saat menjadi CEO.

Pada 2025, Cook memperoleh total kompensasi sekitar US$74,3 juta, yang mencakup gaji US$3 juta, pembayaran berbasis kinerja, serta penghargaan saham.

Dengan demikian, transisi kepemimpinan Apple tidak berarti Cook sepenuhnya meninggalkan perusahaan.

Paket kompensasi barunya menunjukkan bahwa mantan CEO tersebut masih diposisikan untuk memainkan peran penting sebagai Executive Chairman.

Jadi, Berapa “Gaji” John Ternus Sebenarnya?

Jika pembaca hanya ingin mengetahui uang tunai yang menjadi gaji pokok, jawabannya adalah US$3 juta per tahun.

Dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, angkanya sekitar:

  • Rp53,1 miliar per tahun
  • Rp4,43 miliar per bulan
  • Rp147,5 juta per hari

Sementara itu, jika seluruh target kompensasi US$58 juta dibagi 365 hari, nilainya sekitar US$159.000 atau Rp2,8 miliar per hari.

Tetapi angka Rp2,8 miliar per hari tersebut bukan gaji harian yang benar-benar dibayarkan Apple kepada Ternus.

Itu hanyalah cara sederhana untuk membagi nilai target kompensasi tahunan.

Sebagian besar paketnya bergantung pada saham dan kinerja Apple. Karena itu, nilai aktual yang akhirnya diterima Ternus baru dapat diketahui setelah penghargaan tersebut terealisasi sesuai ketentuan vesting dan kinerja.

Bagi pembaca, perbedaan ini penting. Judul “CEO Apple digaji Rp1 triliun setahun” memang terdengar fantastis, tetapi kenyataannya gaji pokok Ternus hanya sekitar 5 persen dari total target kompensasinya.

Sisanya merupakan taruhan Apple terhadap kinerja sekaligus cara perusahaan menyelaraskan kepentingan CEO dengan pemegang saham.

Di bawah Ternus, ukuran keberhasilan paket tersebut pada akhirnya bukan sekadar besarnya angka dalam dokumen SEC, melainkan seberapa baik Apple mempertahankan pertumbuhan bisnis dan nilai bagi pemegang saham dalam beberapa tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|