iPhone Ultra Dikabarkan Bawa MagSafe Meski Bodinya 4,5 mm

3 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Apple disebut berhasil mempertahankan salah satu fitur yang selama ini menjadi ciri khas iPhone pada ponsel lipat pertamanya. MagSafe dikabarkan tetap hadir di perangkat yang sementara disebut iPhone Ultra, meski ponsel tersebut dirumorkan memiliki bodi hanya 4,5 mm saat dibuka.

Informasi itu datang menjelang acara Apple pada 9 September 2026. Bloomberg melalui Mark Gurman menyebut seluruh indikasi yang diperolehnya mengarah pada keberadaan MagSafe di perangkat lipat tersebut.

Kabar ini menarik karena ketebalan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Apple. Perusahaan harus menempatkan berbagai komponen di dalam bodi yang sangat tipis, tetapi pada saat yang sama tetap mempertahankan pengalaman penggunaan yang sudah dikenal pengguna iPhone.

MagSafe Sempat Diragukan

Keberadaan MagSafe pada iPhone lipat sebelumnya memang belum jelas.

Unit dummy yang beredar tidak menunjukkan cincin magnet di bagian belakang. Kondisi tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa Apple akan menghilangkan sistem pengisian magnetik demi mengejar desain yang lebih tipis.

Namun, cerita berubah setelah sejumlah casing yang diduga dibuat untuk perangkat tersebut memperlihatkan cincin MagSafe.

Kini, Gurman memberikan indikasi yang lebih kuat.

Dalam wawancara dengan Tom's Guide, Gurman mengatakan seluruh informasi yang diperolehnya menunjukkan bahwa MagSafe akan tersedia pada iPhone lipat Apple. Salah satu pertimbangannya adalah Apple sudah mampu memasukkan teknologi tersebut ke iPhone Air yang juga memiliki bodi sangat tipis.

Jika benar, pengguna tidak perlu meninggalkan ekosistem aksesori MagSafe ketika beralih ke iPhone lipat.

Selain pengisian daya nirkabel, sistem magnet tersebut juga digunakan untuk berbagai aksesori yang kompatibel, seperti dudukan dan dompet magnetik.

Ketebalan Jadi Tantangan Utama

iPhone Ultra dikabarkan memiliki ketebalan sekitar 4,5 mm ketika dibuka.

Sebagai pembanding, iPhone Air yang menjadi salah satu ponsel tertipis Apple memiliki ketebalan 5,6 mm. Dengan demikian, perangkat lipat Apple diperkirakan akan menjadi salah satu iPhone paling tipis yang pernah dibuat.

Ketika dilipat, perangkat tersebut diperkirakan memiliki ketebalan sekitar 9 hingga 9,5 mm.

Desainnya juga disebut menggunakan model lipat seperti buku dengan bentuk yang relatif pendek dan lebar. Konsep tersebut membuat perangkat menyerupai ukuran paspor ketika dibuka, sekaligus memberikan layar besar dalam bodi yang tetap bisa dimasukkan ke saku saat ditutup.

Kemampuan mempertahankan MagSafe dalam ruang internal yang terbatas menjadi salah satu detail yang menarik perhatian menjelang peluncurannya.

Face ID Dikabarkan Absen

Upaya Apple mengejar bodi tipis disebut membawa konsekuensi pada sistem biometrik.

iPhone Ultra dirumorkan tidak menggunakan Face ID seperti iPhone kelas atas lainnya. Sebagai gantinya, Apple disebut akan menempatkan Touch ID pada tombol daya di sisi perangkat.

Kamera dan sensor yang diperlukan untuk Face ID membutuhkan ruang tambahan. Karena itu, keputusan menggunakan Touch ID dapat menjadi bagian dari kompromi Apple untuk membuat perangkat lipat tersebut setipis mungkin.

Artinya, iPhone Ultra tidak akan menjadi perangkat yang sekadar menggabungkan seluruh fitur terbaik iPhone Pro.

Apple justru diperkirakan memilih sejumlah kompromi demi menghasilkan desain lipat yang lebih tipis.

Dua Layar dengan Ukuran Berbeda

Untuk layar, iPhone Ultra dirumorkan memiliki layar luar sekitar 5,5 inci ketika perangkat dalam kondisi tertutup.

Saat dibuka, pengguna mendapatkan layar utama berukuran sekitar 7,8 inci. Layar besar tersebut diperkirakan memiliki rasio yang lebih mendekati tablet sehingga cocok untuk membaca, menjalankan aplikasi, menonton video, maupun melakukan multitasking.

Apple juga disebut melakukan penyesuaian pada perangkat lunak agar aplikasi dapat beradaptasi ketika ukuran layar berubah.

Aplikasi yang digunakan pada layar luar akan dapat menyesuaikan tampilan ketika perangkat dibuka dan pengguna beralih ke layar yang lebih besar.

Kemampuan tersebut penting karena pengalaman menggunakan ponsel lipat tidak hanya bergantung pada mekanisme engsel dan layar fleksibel. Optimasi perangkat lunak juga menentukan apakah perangkat terasa praktis dalam penggunaan sehari-hari.

Kamera Disebut Tidak Selengkap Model Pro

Dari sektor kamera, iPhone Ultra justru diperkirakan memiliki konfigurasi yang lebih sederhana.

Perangkat tersebut dirumorkan membawa dua kamera belakang, yakni kamera utama dan ultrawide. Kamera telefoto disebut tidak tersedia.

Ketiadaan telefoto menunjukkan bahwa Apple mungkin lebih memprioritaskan desain tipis dan konstruksi lipat daripada memasukkan seluruh perangkat keras kamera yang tersedia pada iPhone Pro.

Hal tersebut menjadi salah satu trade-off yang perlu dipertimbangkan calon pembeli jika rumor ini terbukti benar.

A20 Pro dan Modem C2

Untuk performa, iPhone Ultra dirumorkan menggunakan chip generasi baru Apple, yang dalam sejumlah laporan disebut A20 atau A20 Pro.

Perangkat ini juga diperkirakan menggunakan modem Apple generasi berikutnya yang disebut C2. Namun, detail tersebut masih berasal dari rumor sehingga belum dapat dianggap sebagai spesifikasi resmi.

Apple belum mengungkap spesifikasi perangkat secara resmi.

Karena itu, informasi mengenai prosesor, modem, kamera, kapasitas baterai, hingga detail engsel masih dapat berubah sebelum produk benar-benar diperkenalkan.

Meluncur 9 September?

iPhone Ultra diperkirakan menjadi salah satu bintang utama acara Apple pada Rabu, 9 September 2026.

Tom's Guide melaporkan perangkat tersebut diharapkan diperkenalkan bersama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Gurman bahkan mengatakan ia akan sangat terkejut jika iPhone lipat tidak meluncur pada waktu yang sama atau dalam jarak waktu yang sangat dekat dengan model Pro.

Artinya, rumor penundaan hingga akhir Oktober atau November tidak dianggap sebagai skenario utama oleh Gurman.

Jika prediksi tersebut tepat, Apple akan segera memasuki persaingan pasar ponsel lipat setelah bertahun-tahun tertinggal dari sejumlah produsen Android.

Harga Bisa Tembus Rp35 Juta

Harga menjadi salah satu konsekuensi dari teknologi yang dibawa iPhone Ultra.

Perangkat tersebut diperkirakan memiliki harga awal di atas US$2.000. Dengan kurs sekitar Rp17.700 per dolar AS, nominal tersebut setara lebih dari Rp35 juta sebelum memperhitungkan pajak dan harga resmi di Indonesia.

Beberapa laporan bahkan memperkirakan harga dapat berada di kisaran US$2.000 hingga US$2.500.

Dengan harga tersebut, iPhone Ultra akan ditempatkan jauh di atas sebagian besar model iPhone yang saat ini dipasarkan.

Namun, jika Apple benar-benar mampu menghadirkan perangkat lipat setipis 4,5 mm sekaligus mempertahankan MagSafe, fitur tersebut dapat menjadi salah satu nilai jual yang membedakannya dari ponsel lipat lain.

Tetap perlu dicatat, iPhone Ultra maupun seluruh spesifikasi di atas belum resmi diumumkan Apple.

Untuk saat ini, MagSafe, ukuran layar, ketebalan, kamera, Touch ID, A20 Pro, C2, harga, dan waktu penjualan masih berada dalam kategori rumor atau informasi dari sumber industri.

Jawaban resminya akan diketahui ketika Apple menggelar acara pada 9 September 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|