Gubernur Bali Koster Kumpulkan Kepala Daerah Selaraskan Metode Gasing

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Gubernur Bali Wayan Koster akan segera mengumpulkan seluruh bupati, wali kota, dan kepala dinas pendidikan se-Provinsi Bali untuk menyelaraskan program pendidikan numerasi melalui Metode Gasing. Langkah konsolidasi ini diambil guna mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara merata di seluruh Pulau Dewata.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Koster di Denpasar pada Jumat (14/8). Ia menegaskan bahwa program ini harus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah karena menyangkut pembangunan kualitas SDM yang sejalan dengan visi SDM Bali Unggul.

Gubernur yang memiliki latar belakang sebagai peneliti dan penggemar pelajaran berhitung itu mengaku takjub melihat kemampuan anak-anak sekolah dasar (SD) di Bali yang kini mampu menyelesaikan soal hitungan rumit secara cepat berkat metode tersebut. Menurutnya, kemampuan numerik adalah fondasi yang sangat krusial bagi masa depan anak.

"Orang yang jago berhitung, jago matematika, dia akan jago semua, jago di budaya, jago di perusahaan, karena dia biasa bekerja dengan hitungan dan data-data," ucap Koster. Ia juga meyakini bahwa karakter asli masyarakat Bali pada dasarnya sudah sangat unggul, sehingga kehadiran inovasi pendidikan ini menjadi instrumen yang tepat untuk memacu kompetensi anak-anak di era kekinian.

Koster menambahkan, "Kalau sudah begitu caranya, wah, kalau se-Bali begitu, jagoan semua, gampang kalau orang punya kemampuan bagus, mau kerja di mana pun itu mudah, karena orang akan mencari yang terbaik, sebenarnya ini kami yang butuh."

Uji Coba di Bangli dan Target 400.000 Siswa

Pencetus Metode Gasing, Prof. Yohanes Surya, menjelaskan bahwa program ini telah membawa perubahan nyata dalam uji coba di Kabupaten Bangli. Saat ini, sebanyak 2.400 guru sedang menjalani pelatihan hingga September mendatang. Targetnya, para guru mampu mengimplementasikan metode ini kepada 36 ribu siswa di Kabupaten Bangli hingga November 2026.

"Sehingga tidak ada satupun murid yang tidak bisa berhitung lagi di Bangli, bukan cuma di Bangli tapi di seluruh Bali, ini sesuatu yang dampaknya luar biasa sekali," kata Yohanes. Ia menargetkan dalam 6-7 bulan ke depan akan ada 400.000 siswa SD dan SMP di seluruh Bali yang pandai berhitung.

Integrasi Platform Digital dan Kecerdasan Buatan

Secara teknis, metode ini dipadukan dengan platform digital bernama Secret Octagon untuk mempermudah dan mempercepat evaluasi belajar. "Dari Secret Octagon ini anak main game, nah ketika dia main game, nilainya langsung diambil dan kita bisa dapat pemetaan dari tiap-tiap anak," jelas Yohanes.

Melalui pendekatan berbasis permainan interaktif tersebut, data kemampuan siswa langsung terintegrasi dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang mampu memantau progres harian. Dengan demikian, titik lemah pemahaman masing-masing siswa dapat segera diketahui dan diintervensi oleh guru maupun kepala daerah setempat.

Dukungan Telkomsel dan Visi Nasional

Menanggapi keberhasilan dan antusiasme dari Pemprov Bali, Direktur Utama Telkomsel Nugroho sebagai sponsor program ini memastikan komitmen untuk memperluas program ke delapan kabupaten/kota lainnya di Pulau Dewata. Nugroho menjelaskan bahwa Bali dipilih sebagai percontohan karena memiliki pondasi pendidikan dan talenta numerasi yang berada di atas rata-rata nasional.

Peningkatan kapasitas ini juga dinilai sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo dalam membina SDM melalui sains dan teknologi. "Nantinya hasil dari pilot project di Bali ini akan kita laporkan kepada Bapak Presiden di awal tahun 2027 untuk dikembangkan menjadi program nasional," kata Nugroho.

Ia menambahkan, "Dari Bali mari kita mulai dengan satu guru, satu anak, satu kesempatan belajar, untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar."

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|