Gugur Massal di 16 Besar Malaysia Masters 2026, Jojo Jadi Harapan

5 hours ago 3

Jumali

Jumali Kamis, 21 Mei 2026 17:17 WIB

Gugur Massal di 16 Besar Malaysia Masters 2026, Jojo Jadi Harapan

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA— Gelombang eliminasi prematur menghantam delegasi bulu tangkis Merah Putih di ajang Malaysia Masters 2026. Sejumlah pemain unggulan Indonesia dipaksa angkat koper berjamaah seusai terjungkal di babak 16 besar yang berlangsung ketat pada Kamis (21/5/2026).

Hasil minor ini menjadi pukulan telak bagi pencinta tepok bulu tanah air. Sektor ganda campuran, ganda putri, hingga tunggal putra andalan harus kehilangan wakil-wakil terbaik mereka setelah gagal membendung dominasi lawan di fase krusial turnamen berlevel BWF World Tour ini.

Di sektor ganda campuran, pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus meratapi kegagalan mereka melangkah ke perempat final. Duet muda ini dipaksa mengakui keunggulan wakil Denmark, Jesper Toft/Amalie Boje, lewat drama pertarungan rubber game yang menguras fisik dan emosi.

Adnan/Indah sebenarnya sempat membuka asa besar seusai tampil menekan dan merebut gim pertama dengan skor meyakinkan 21-13. Sayangnya, momentum emas tersebut menguap di gim kedua setelah pasangan Denmark berbalik mendikte permainan hingga menang telak 10-21. Pada gim penentuan, Adnan/Indah yang kehilangan ritme permainan terbaiknya menyerah dengan skor akhir 13-21.

Rapuhnya pertahanan Indonesia kian terasa di sektor tunggal putra. Langkah pemain andalan Anthony Sinisuka Ginting secara mengejutkan langsung terhenti lebih awal. Pembalap ranking atas dunia yang dikenal memiliki gaya main agresif dan gesit ini tak berkutik di tangan wakil Prancis, Christo Popov, dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 14-21. Ginting terlihat sangat kesulitan keluar dari tekanan dan gagal mengimbangi tempo cepat yang diperagakan Popov.

Nasib serupa juga menimpa sektor ganda putri. Pasangan baru Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu harus menyudahi perlawanan mereka setelah ditumbangkan oleh ketangguhan unggulan kedelapan asal Tiongkok, Chen Fan Shu Tian/Luo Xu Min.

Melalui duel sengit yang menguras energi, Lanny/Apriyani menyerah dengan skor 10-21, 21-15, dan 17-21. Walau sempat memperpanjang napas dengan merebut kemenangan di gim kedua, mereka gagal mempertahankan konsistensi performa pada masa-masa kritis di gim pamungkas.

Di tengah duka gugurnya para unggulan, secercah harapan bagi Indonesia berhasil diselamatkan oleh Jonatan Christie. Tunggal putra yang akrab disapa Jojo ini sukses mengamankan satu tiket di perempat final seusai memenangi duel maraton melelahkan yang berdurasi lebih dari satu jam.

Keberhasilan Jonatan Christie ini menjadi satu-satunya pelipur lara sekaligus benteng terakhir yang menjaga asa juara Indonesia tetap hidup di Malaysia Masters 2026. Ketatnya persaingan di sirkuit internasional saat ini membuktikan bahwa margin kemenangan kini semakin tipis, di mana fokus mental dan kesiapan strategi di lapangan menjadi pembeda antara kemenangan dan kepulangan dini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|