PSIM Jogja di Ujung Mimpi: Menang atau Gagal 10 Besar

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA — PSIM Jogja menghadapi laga hidup-mati di pekan terakhir Super League 2025/2026. Duel krusial melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (22/5/2026), akan menjadi penentu nasib Laskar Mataram menembus 10 besar klasemen.

Saat ini, PSIM berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 45 poin dari 33 pertandingan. Jumlah tersebut identik dengan dua pesaing terdekat, yakni Persita Tangerang dan Arema FC yang berada tepat di atas mereka.

Situasi ini membuat satu hal menjadi jelas: kemenangan adalah harga mati.

Van Gastel: “Pertandingan Sangat Penting”

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan pentingnya laga ini bagi timnya. Ia menyebut duel melawan Arema bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan penentuan posisi akhir musim.

“Saya rasa pertandingan besok bagi saya pribadi sangatlah penting. Mengapa? Karena kami akan menghadapi tim yang memiliki perolehan poin yang sama dengan kami,” ujar Van Gastel, Kamis (21/5/2026).

“Jadi, jika kami bisa menang, posisi kami di klasemen akan naik. Target saya pribadi adalah membawa tim ini finis di posisi sepuluh besar. Oleh karena itu, persiapan yang kami lakukan sudah sangat baik,” lanjutnya.

Menurutnya, seluruh aspek persiapan tim berjalan optimal. Fokus utama adalah menjaga konsistensi permainan dan memaksimalkan peluang sekecil apa pun.

Modal Positif: Dua Kemenangan Beruntun

PSIM datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka baru saja meraih dua kemenangan beruntun di kandang saat menghadapi Malut United dan Madura United.

Hasil tersebut sekaligus memutus tren negatif yang sempat membayangi performa tim di pertengahan musim.

Momentum ini menjadi modal penting saat menghadapi tekanan bermain di kandang lawan, terlebih Arema dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan di Kanjuruhan.

Deri Corfe: “Kami Ingin Menutup Musim dengan Kuat”

Striker andalan PSIM, Deri Corfe, memastikan seluruh pemain memiliki tekad kuat untuk mengakhiri musim dengan hasil terbaik.

“Kami ingin mengakhiri musim ini dengan sekuat mungkin. Target kami adalah menembus posisi 10 besar, jadi laga besok adalah pertandingan yang sangat penting bagi kami. Kami ingin memberikan performa terbaik yang kami bisa,” kata Corfe.

Lebih dari Sekadar Target

Secara target awal, PSIM sebenarnya sudah berhasil memenuhi ekspektasi manajemen dengan bertahan nyaman di kompetisi. Namun peluang menembus 10 besar menjadi bonus prestasi yang sangat berarti.

Selain meningkatkan posisi di klasemen, hasil positif juga akan menjadi sinyal kuat bahwa PSIM siap bersaing lebih kompetitif di musim berikutnya.

Kini, semua ditentukan dalam 90 menit di Kanjuruhan. Bagi PSIM, ini bukan sekadar laga terakhir—ini adalah pertaruhan harga diri dan pembuktian bahwa mereka layak berada di papan atas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|