REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Sebanyak sekitar 40 guru ngaji, guru pesantren, dan pengajar madrasah diniyah di Kabupaten Bandung mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi guru yang digelar Tevis Foundation di Kawasan Kampung Quran Saad Anshar, Cisalak, Jatisari, Kabupaten Bandung, Ahad (9/8/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan secara gratis tersebut menjadi ruang belajar bagi para pendidik untuk meningkatkan kemampuan mengajar, komunikasi, sekaligus pendekatan dalam membangun kedekatan dengan para santri.
Kegiatan ini mengangkat sejumlah materi yang berkaitan dengan tantangan guru dalam mendampingi generasi muda, yakni 'Menjadi Guru yang Dicintai Santri', 'Public Speaking for Teacher', serta 'Menghadirkan Alqur'an di Hati Para Santri.
Materi disampaikan oleh Founder Tevis Foundation Friandha Insan Firdaus atau Kang Ian, trainer public speaking Robi Anshorullah, serta Mudir Kampung Quran Saad Anshar, Arifin.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi ketika mengajar. Pelatihan berlangsung interaktif dengan peserta terlibat dalam sesi diskusi dan praktik komunikasi.
Salah seorang peserta mengatakan kesempatan mengikuti pelatihan bagi guru ngaji masih relatif terbatas. Padahal, peningkatan kapasitas dibutuhkan agar para pengajar dapat mengikuti perkembangan metode pembelajaran dan membangun komunikasi yang lebih baik dengan santri.
"Kami sangat menantikan pelatihan seperti ini. Selama menjadi guru ngaji, kesempatan untuk mengikuti pelatihan sangat jarang. Padahal kami juga membutuhkan ilmu baru agar bisa mengajar dengan lebih baik dan lebih dekat dengan para santri. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,"kata dia.

2 days ago
15













































