Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bawang putih di berbagai daerah di Indonesia terus merangkak naik. Hal ini sejalan dengan pasokan di pasar tersendat, lantaran banyak importir yang belum merealisasikan impornya.
Staf Ahli Menteri Perdagangan, Tommy Andana mengungkapkan, banyak importir masih menunda impor bawang putih dengan berbagai alasan.
"Banyak importir belum melakukan realisasi karena mereka masih dalam posisi 'wait and see'. Ini disebabkan adanya kebijakan penyaluran bawang putih untuk operasi pasar menjelang puasa dan Lebaran," ungkap Tommy dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (24/3/2025).
Selain itu, importir juga mengeluhkan adanya kendala pengiriman dari negara asalnya, yakni China, serta dampak tingginya kurs rupiah terhadap dolar AS.
"Kalau kita tanya, jawabannya masih mengambang. Ada yang bilang karena cuaca, ada juga yang mengeluhkan kendala pengiriman dari China. Selain itu, tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga menjadi faktor yang membuat importir berpikir ulang," jelasnya.
Padahal, total alokasi impor bawang putih tahun 2025 mencapai 226.101 ton dengan 39 PI (Persetujuan Impor) telah diterbitkan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Namun, lanjut dia, realisasinya hingga saat ini baru mencapai 15,61%.
Foto: Harga bawang putih makin mahal di Jakarta, tembus Rp 50.000/kg. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Harga bawang putih makin mahal di Jakarta, tembus Rp 50.000/kg. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
"Ini sangat disayangkan. Kami sudah memanggil seluruh pemegang PI untuk segera merealisasikan impornya dan mendistribusikannya. Bahkan, kami sudah menyurati mereka dan menekankan agar segera menindaklanjutinya," tegas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi III Kepala Staf Presiden (KSP), Edy Priyono menyoroti kenaikan harga bawang putih bukan lagi hanya tinggi, tetapi juga mengalami tren peningkatan yang berkelanjutan.
"Kenaikan harga bawang putih ini sudah cukup lama dan kecenderungannya terus naik. Kami ulangi berkali-kali, bawang putih ini mayoritas merupakan barang impor. Sehingga mohon teman-teman di Kementerian Perdagangan untuk mengecek apakah ada persoalan dengan realisasi impornya," tegas Edy.
Saat ini, harga bawang putih di beberapa wilayah sudah menembus Rp50.000 per kg, jauh di atas harga acuan. Menurut Edy, jika dibandingkan dengan bulan lalu, rata-rata harga bawang putih telah mengalami kenaikan sebesar 3,42%. Bahkan, selisih harga aktual dengan harga acuan pemerintah (HAP) hampir mencapai 20%, yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Perlu diketahui, HAP bawang putih yang ditetapkan pemerintah adalah Rp38.000 per kg.
"Ini mohon untuk menjadi perhatian, terutama dari instansi terkait dalam hal ini adalah Kementerian Perdagangan," tegasnya.
Lebih rincinya, berikut 10 daerah di Indonesia yang mengalami kenaikan harga bawang putih tertinggi, di mana semuanya di atas Rp50.000 per kg. Sebagai berikut:
- Kab. Nabire Rp60.000 per kg
- Kab. Manokwari Rp55.000 per kg
- Kota Adm. Jakarta Timur Rp54.333 per kg
- Kota Adm. Jakarta Pusat Rp53.333 per kg
- Kota Adm. Jakarta Utara Rp51.667 per kg
- Kota Adm. Jakarta Barta Rp51.000 per kg
- Kota Bandar Lampung Rp50.000 per kg
- Kab. Majalengka Rp50.000 per kg
- Kota Bogor Rp50.000 per kg
- Kota Tangerang Rp50.000 per kg
(wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Digitalisasi
Next Article Gokil! RI Impor Bawang Putih Rp7 Triliun Lebih, dari Jerman Segini