Harga Minyak Naik, Pasar Saham Asia Kompak Melemah

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lonjakan harga minyak dunia mulai menekan pasar saham global. Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dan biaya energi.

Kenaikan harga minyak dipicu gangguan pasokan energi setelah serangan drone di kawasan Teluk yang menyebabkan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir Uni Emirat Arab. Kondisi itu membuat pelaku pasar khawatir tekanan inflasi global akan bertahan lebih lama.

Indeks Nikkei Jepang turun 0,97 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,11 persen, sementara ASX 200 Australia terkoreksi 1,45 persen. Indeks CSI 300 China dan Taiex Taiwan juga ikut turun masing-masing 0,54 persen dan 0,68 persen.

Tekanan juga terjadi di Wall Street. Indeks Nasdaq ditutup melemah 0,52 persen akibat aksi jual saham teknologi. Sementara S&P 500 turun tipis 0,07 persen, sedangkan Dow Jones masih menguat 0,33 persen.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai pasar saat ini masih dibayangi kekhawatiran inflasi dan kenaikan biaya energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

“Lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi membuat investor cenderung mengurangi risiko, terutama pada saham teknologi yang sebelumnya sudah naik cukup tinggi,” ujar Fanny dalam riset harian BNI Sekuritas, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, pelaku pasar juga masih menunggu laporan keuangan Nvidia yang diperkirakan akan memengaruhi arah saham teknologi global dalam waktu dekat.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,85 persen disertai aksi jual bersih investor asing sekitar Rp460 miliar. Saham-saham tambang dan energi menjadi yang paling banyak dilepas investor asing, di antaranya ANTM, BREN, AMMN, ADRO, dan DSSA.

Meski demikian, Fanny melihat IHSG masih berpeluang mengalami rebound teknikal jangka pendek setelah terkoreksi selama lima hari berturut-turut.

“IHSG berpotensi rebound teknikal dalam jangka pendek setelah penurunan beberapa hari terakhir,” kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|