Menteri Perang AS Pete Hegseth saat konferensi pers di Pentagon, Washington, DC, AS, 2 Maret 2026. Hegseth salah satu yang menggaungkan isu perang agama dalam serangan le Iran.
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Gelombang kritik dilaporkan kian meningkat terhadap Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, di lingkup internal pemerintahan Donald Trump. Meski posisinya di Pentagon dinilai semakin kuat, kebijakan Hegseth memicu ketegangan di berbagai lini.
Menurut laporan yang dimuat The Washington Post dan dikutip Palestine Chronicle, tensi memuncak setelah Sekretaris Angkatan Laut, John Phelan, mengeluhkan langkah Hegseth dan Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg kepada para anggota dewan. Phelan menilai keduanya telah memangkas wewenang Angkatan Laut terkait keputusan pembangunan kapal dan kapal selam.
Phelan dilaporkan menggambarkan situasi tersebut sebagai upaya "perampasan kekuasaan" oleh pimpinan Pentagon. Kritik tersebut rupanya segera sampai ke telinga Hegseth. Tak lama berselang, tepatnya pada 22 April, Phelan resmi dicopot dari jabatannya.
Sentralisasi kekuasaan
Hegseth dituding tengah melakukan konsolidasi kekuasaan secara masif di Departemen Pertahanan. Para pejabat mengungkapkan kepada The Washington Post bahwa langkah Hegseth tidak hanya menyasar pengadaan senjata, tetapi juga mencakup promosi militer, komunikasi publik, hingga mengambil alih wewenang yang secara tradisional dipegang oleh para jenderal dan laksamana senior.
"Seluruh kekuasaan telah dicabut dari tangan militer (berseragam) dan beralih sepenuhnya kepada para pejabat pilihan politik,"ujar salah seorang pejabat AS.

2 hours ago
1















































