Ikan Baru Berwarna Jingga Ditemukan di Banyuwangi

15 hours ago 4

Ikan Baru Berwarna Jingga Ditemukan di Banyuwangi

Hasil pindai spesies baru ikan gobi udang Tomiyamichthys oriens sp. nov. yang ditemukan oleh tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ANTARA/HO-BRIN\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi satu spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) dari perairan di Banyuwangi, Jawa Timur. Spesies yang diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov. tersebut memiliki ciri khas warna jingga terang yang terinspirasi dari julukan Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java.

Penemuan ini menambah daftar kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang telah didokumentasikan secara ilmiah. Hingga kini, ikan tersebut baru diketahui hidup di habitat dasar berpasir di kawasan pesisir Banyuwangi dan masih menyimpan sejumlah misteri ekologis yang menunggu untuk diteliti lebih lanjut.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Kunto Wibowo menjelaskan penetapan Tomiyamichthys oriens sebagai spesies baru dilakukan melalui pendekatan taksonomi integratif. Metode tersebut menggabungkan pengamatan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memastikan perbedaan spesies secara lebih komprehensif.

"Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," kata Kunto dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan hasil penelitian, ikan gobi udang ini memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dengan spesies lain dalam genus yang sama. Tomiyamichthys oriens mempunyai lima bercak jingga terang berukuran besar yang tersusun di sepanjang tubuhnya serta bercak kuning kecil pada bagian kepala.

Keunikan lainnya terlihat pada ikan jantan yang memiliki dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama. Karakter tersebut menjadi salah satu penanda penting dalam proses identifikasi spesies baru tersebut.

Nama oriens sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti "timur" atau "matahari terbit". Penamaan tersebut tidak hanya merujuk pada warna jingga cerah yang dimiliki ikan, tetapi juga menjadi penghormatan terhadap lokasi penemuannya, yakni di Banyuwangi yang dikenal dengan julukan The Sunrise of Java.

"Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar," ujarnya.

Kunto menjelaskan, hingga saat ini Tomiyamichthys oriens baru diketahui hidup di perairan pesisir di Banyuwangi dengan habitat berupa dasar laut berpasir. Informasi yang diperoleh dari nelayan setempat menunjukkan ikan tersebut ditemukan di perairan dangkal.

Meski demikian, hubungan ekologis antara spesies ini dengan udang yang umumnya menjadi pasangan hidup kelompok ikan gobi udang masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kajian tersebut dinilai penting untuk memahami pola hidup serta peran spesies ini dalam ekosistem pesisir.

Penemuan Tomiyamichthys oriens sekaligus menunjukkan bahwa kawasan pesisir Indonesia masih menyimpan banyak potensi biodiversitas yang belum sepenuhnya terdokumentasi. Temuan ini juga menambah daftar spesies ikan yang berhasil dideskripsikan dari perairan Nusantara melalui penelitian ilmiah.

BRIN menyatakan akan terus memperkuat riset biosistematika sebagai landasan ilmiah untuk mendukung upaya konservasi, pengelolaan, serta pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.

Hasil penelitian mengenai spesies baru ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026 melalui artikel berjudul Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia. Publikasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi ilmiah Indonesia dalam mengungkap kekayaan hayati laut yang dimiliki, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan mengenai spesies-spesies yang masih tersembunyi di perairan Nusantara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|