Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Jalur Gaza

2 weeks ago 4

Pasukan perdamaian Indonesia. TNI akan mengirimkan personel pasukan ke Jalur Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan segera menerjun personel gabungan ke Jalur Gaza. Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers mengatakan ISF pertama-tama akan dikerahkan ke Rafa.

Total nantinya, kata ia, akan ada 20 ribu personel yang dikerahkan ke Gaza berkejasam dengan 12 ribu polisi Palestina. "Indonesia telah menerima tawaran untuk menduduki posisi wakil komandan di ISF,: ujarnya.

Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania telah berkomitmen untuk mengirimkan pasukan guna berpartisipasi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Indonesia sebelumnya telah berkomitmen untuk menerjukan 8.000 prajurit perdamaian.

"Adapun pelatihan untuk ISF dan pasukan polisi Palestina akan berlangsung di Mesir dan Yordania," ujarnya.

Dalam tahap pertama ini, kata Jeffers, ISF yang merupakan bagian dari Board of Peace (Dewan Perdamaian) akan mendorong keamanan yang dibutuhkan olah warga Gaza. Jeffers mengatakan, masyarakat di Gaza membutuhkan masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri RI meyakinkan bahwa keterlibatan Indonesia di Gaza bukan untuk pelucutan senjata atau terlibat dalam pertempuran. Indonesia akan masuk sebatas penjaga perdamaian dan menggelar misi kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengatakan, Pemerintah RI meyakini bahwa penyelesaian yang adil dan berkelanjutan terkait konflik Israel-Palestina hanya dapat dicapai melalui solusi dua negara berdasarkan parameter internasional yang telah disepakati.

Dalam konteks tersebut, Sugiono menegaskan bahwa kerja DK PBB dan BoP, yang dibentuk melalui Resolusi DK PBB 2803, harus saling memperkuat serta tidak menyimpang dari arah yang sama.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|