Ini Cara Kampung Wisata Cokrodiningratan Sulap Sampah Jadi Souvenir

2 hours ago 4

Ini Cara Kampung Wisata Cokrodiningratan Sulap Sampah Jadi Souvenir Kampung Wisata Cokrodiningratan (Kasaningrat), Jetis, Jogja, kini tengah gencar mengedukasi masyarakat luas untuk mengolah sampah plastik secara mandiri melalui workshop kreatif, Jumat (6/3 - 2026).

Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Wisata Cokrodiningratan (Kasaningrat), Jetis, Jogja, kini tengah gencar mengedukasi masyarakat luas untuk mengolah sampah plastik secara mandiri melalui workshop kreatif.

Langkah ini menjadi upaya nyata dalam menekan volume limbah anorganik di wilayah Kota Jogja yang kian meningkat dari waktu ke waktu. Fokus utama kegiatan menyasar pemanfaatan barang bekas yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk baru yang fungsional sekaligus memiliki nilai estetika tinggi.

Peserta yang hadir diajak langsung oleh Ketua Bank Sampah Dadi Mulyo, Fitrilati, untuk mempraktikkan cara mengubah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci. Langkah sederhana tersebut dipilih agar warga menyadari bahwa limbah rumahan dapat ditransformasi menjadi barang bernilai ekonomi.

Selain praktik, Fitrilati membedah materi mendalam mengenai berbagai karakteristik sampah anorganik agar masyarakat tidak lagi keliru dalam melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengolah sampah plastik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna,” tuturnya, Jumat (6/3/2026).

Ia menekankan bahwa pemilahan dari rumah tangga adalah kunci utama dalam mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir. Melalui edukasi ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa sampah plastik bukanlah musuh, melainkan bahan baku yang potensial jika dikelola dengan tepat.

“Peserta diajak memahami pentingnya pemilahan limbah plastik sekaligus mempraktikkan cara mengolahnya menjadi produk sederhana yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujarnya saat memberikan instruksi pada sesi pencetakan bahan plastik daur ulang.

Seluruh proses, mulai dari pengumpulan hingga menjadi suvenir siap pakai, dipraktikkan secara mendetail agar peserta dapat menduplikasinya di lingkungan masing-masing demi dampak lingkungan yang lebih nyata.

Keseruan acara ini tidak berhenti pada pembuatan produk saja, karena para peserta juga diajak mengikuti mini walking tour menyusuri lorong-lorong wilayah Cokrodiningratan. Dalam perjalanan tersebut, rombongan diperkenalkan dengan berbagai inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah konsisten berjalan dan menjadi bagian dari daya tarik wisata lokal yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|