Ini Kekhawatiran Pakar Jika Indonesia Tetap di BoP Saat Amerika-Israel Menyerang Iran

2 hours ago 3

Pasukan perdamaian Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Keputusan Indonesia masuk dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Amerika Serikat menuai kontroversi. Penentangan semakin kencang saat AS bersama Israel menyerang Iran. 

Dewan Perdamaian yang sejatinya mendorong upaya stabilitas pertahanan dan keamanan justru mengarah sebaliknya.  

Pakar Hubungan Internasional Universitas Nasional Hendra Maulana Saragih mengatakan Indonesia sebagai bagian dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) perlu waspada terhadap benturan kepentingan antarnegara di tengah konflik global.

Ia menjelaskan politik bebas aktif Indonesia harus menjaga kedaulatan di tengah gempuran konflik kepentingan karena negara mempunyai hubungan diplomatik dengan banyak negara lain.

"Di antara kekhawatiran tentang Indonesia bergabung dengan BoP itu, pertama, kepentingan, jelas itu. Kepentingan apa? Sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan banyak negara, Indonesia perlu berhati-hati untuk tidak terlibat dalam konflik kepentingan atau politik internal negara manapun juga," ucap dia kepada Antara, Selasa.

Indonesia dalam setiap kebijakan, ujar dia, harus dipikirkan dengan matang untuk menghindarkan pengaruh kebijakan luar negeri yang dapat merenggangkan hubungan diplomatik dengan negara lain.

Di tengah konflik global antara Iran dengan Israel-Amerika Serikat, 65 tokoh dan 70 lebih organisasi sipil mendesak Indonesia untuk keluar dari BoP.

Hendra menjelaskan desakan tersebut dapat menjadi masukkan untuk Indonesia meninjau kembali komitmen menjaga perdamaian di tengah konflik saat ini. "Justru ini momen benar, momen besar untuk Indonesia berpikir ulang," ujarnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|