REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Ir Amien Widodo mengimbau warga tidak panik menyikapi informasi mengenai patahan aktif di Surabaya yang viral di media sosial. Patahan itu belum terverifikasi ilmiah aktif.
"Keberadaan patahan di wilayah Surabaya telah menjadi bagian dari penelitian sebelumnya," kata dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika tersebut di Surabaya, Kamis.
ITS bersama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pernah melakukan penelitian mengenai peta patahan di Jawa Timur yang dipublikasikan pada 2024.
“Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan, yaitu patahan Surabaya dan patahan Waru,” katanya.
Menurut Amien, kedua patahan tersebut memiliki potensi aktif dan pernah mengalami pergerakan. Hasil penelitian itu juga sejalan dengan peta patahan di Indonesia yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada 2024.
“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif,” ujarnya.
Ia menegaskan keberadaan patahan tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai patahan aktif. Penetapan status tersebut membutuhkan penelitian lebih lanjut berdasarkan bukti dan kajian ilmiah.
sumber : Antara

44 minutes ago
2














































