Sejumlah penyandang tunanetra membaca Alquran Braille saat mengikuti kegiatan Tadarus Nasional Alquran Braille di Masjid Raya Cipinang Muara, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Pengurus Pusat Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H dengan menyelenggarakan kegiatan Tadarus Nasional Alquran Braille. Kegiatan rutin tahunan ini diikuti ratusan penyandang tunanetra dari pengurus wilayah ITMI se-Indonesia secara online, sekaligus mendukung program pemberantasan buta huruf Alquran Braille.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) menargetkan seribu trainer atau pengajar Alquran Braille pada 2030. Target tersebut diusung untuk mempercepat pemerataan pembelajaran Alquran bagi penyandang tunanetra Muslim di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Pusat ITMI, Ustadz Yogi Madsuni, mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya akses penyandang tunanetra untuk mempelajari Alquran Braille.
"Kenapa muncul 1.000 Mujahid itu karena memang dari tiga juta lebih tunanetra Muslim Indonesia, baru 10 persen yang baru bisa belajar Alquran Braille," ujar Yogi saat bertemu dengan Tim Republika di Markas Qur'an Braille, Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, persoalan yang dihadapi bukan semata-mata ketersediaan Alquran Braille. Pembinaan dan keberadaan pengajar yang mampu mendampingi tunanetra belajar Alquran juga masih menjadi tantangan.
"Ini juga bukan berarti tidak ada Alquran Braille-nya, tapi tidak ada pembinaannya. Sehingga kita perlu ada percepatan supaya pengajar-pengajar Alquran Braille-nya itu bisa lebih banyak,"ucap dia.
Yogi menjelaskan, program "1.000 Mujahid Alquran Braille" mulai dimunculkan ITMI sejak 2023. Hingga kini, berbagai kegiatan training of trainers (TOT) telah dilakukan untuk memperbanyak tenaga pengajar.
Meski demikian, dia mengakui jumlah pengajar yang telah tersertifikasi masih jauh dari target. Saat ini, baru sekitar 50 orang yang telah tersertifikasi sebagai pengajar Alquran Braille.”Kalau TOT-nya sudah sering kita laksanakan. Cuma sekarang yang tersertifikasi itu sekitar 50 orang. Artinya masih perlu usaha lagi untuk mencapai target 1.000 Mujahid itu," kata Yogi.
Karena itu, menurut dia, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak. ITMI tidak ingin pembelajaran Alquran Braille hanya berlangsung di tempat-tempat tertentu, tetapi dapat menjangkau tunanetra yang berada di berbagai daerah.

1 hour ago
2














































