REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Industri bahan bangunan nasional mulai bergerak menuju model bisnis berbasis ekosistem, seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi dan integrasi dalam proyek konstruksi. Arah tersebut tercermin dari langkah Quadra, Roman, dan Kanmuri yang memperkuat sinergi antar merek dalam ajang ARCH:ID 2026 di ICE BSD City.
Penguatan kolaborasi ini menunjukkan pergeseran strategi pelaku industri, dari pendekatan berbasis produk tunggal menuju penyediaan solusi material yang lebih terintegrasi. Model ini dinilai dapat menjawab kebutuhan pelaku konstruksi yang menginginkan proses pengadaan lebih ringkas serta hasil desain yang konsisten.
Pimpinan Quadra dan Roman Willie Low menilai, integrasi antar merek menjadi langkah penting untuk merespons dinamika pasar yang semakin kompleks. Ia mengatakan, sinergi ini memungkinkan pelanggan memperoleh berbagai kebutuhan material dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
“Ketika pelanggan, kontraktor, developer, arsitek, atau desainer masuk ke dalam grup yang memiliki tiga merek ini, mereka bisa mendapatkan semuanya dari satu sumber,” ujar Willie berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (24/4/2026).
Fragmentasi ke integrasi
Selama ini, rantai pasok material bangunan cenderung terfragmentasi, dengan setiap kategori produk dipenuhi oleh pemain yang berbeda. Kondisi tersebut kerap menimbulkan tantangan dalam hal koordinasi, efisiensi biaya, hingga konsistensi desain.
Melalui integrasi Quadra, Roman, dan Kanmuri, pendekatan tersebut mulai diarahkan pada penyederhanaan proses di mana berbagai elemen material, mulai dari permukaan lantai dan dinding hingga penutup atap, dapat dirancang dalam satu kesatuan sistem.
Konsep ini diterjemahkan dalam instalasi bertajuk “Fragments: A Paradox of Synthesis” yang dikembangkan bersama Localic Studio. Instalasi tersebut menggambarkan bagaimana elemen-elemen yang sebelumnya berdiri sendiri dapat diolah menjadi satu kesatuan ruang yang utuh.
Seiring pertumbuhan sektor properti dan meningkatnya kompleksitas desain bangunan, kebutuhan akan solusi yang efisien dan fleksibel menjadi semakin penting. Pelaku industri tidak hanya dituntut menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memberikan kemudahan dalam implementasi.
Dalam konteks ini, penguatan portofolio produk menjadi bagian dari strategi untuk melengkapi kebutuhan pasar. Quadra, misalnya, mulai memperluas jangkauan produknya ke ukuran yang lebih fleksibel, sementara Roman mengembangkan elemen dekoratif untuk memperkaya opsi desain. Di sisi lain, Kanmuri menghadirkan variasi estetika pada segmen penutup atap.
Namun, langkah tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun sistem yang lebih terintegrasi.
Penguatan sinergi antar merek ini mencerminkan arah baru dalam industri bahan bangunan nasional, di mana kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing.

2 hours ago
2















































