REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, Robert Sianipar, menyatakan bahwa fungsi intermediasi perbankan di wilayah tersebut berjalan baik, mendukung pertumbuhan ekonomi. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi "Media Update OJK Sulutgo" di Manado, Rabu.
Robert Sianipar menjelaskan bahwa secara umum kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Utara menunjukkan pertumbuhan positif dan stabil di hampir seluruh sektor, meskipun ada beberapa perlambatan di sektor tertentu. Di sektor perbankan, Provinsi Sulawesi Utara mencatat kenaikan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan kredit.
Menurut data, aset perbankan Sulut pada akhir 2025 mencapai Rp107,93 triliun, naik 8,65 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp99,34 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan kredit yang mencapai Rp56,77 triliun pada 2025, naik 6,14 persen dari tahun sebelumnya.
Penghimpunan DPK juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp34,81 triliun di akhir 2025, naik 10,87 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp31,39 triliun. Selain itu, kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan Sulut berada di 2,77 persen, di bawah batas lima persen yang ditetapkan.
Robert Sianipar menambahkan bahwa hal ini menunjukkan kesadaran debitur dalam mengembalikan pinjaman semakin baik. Ia menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan yang harus diberikan oleh industri jasa keuangan, tidak hanya untuk kepentingan bisnis semata.
"Dengan dukungan media, kami percaya pesan literasi keuangan dapat menjangkau segmen yang lebih luas, membangun kepercayaan publik, serta memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi konsumen di sektor jasa keuangan," ujar Robert.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1

















































