Rudal Iran jatuh di kawasan Lembah Yordania, Senin (8/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Wakil Komandan Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh dikutip IRNA, Rabu (12/8/2026) mengatakan bahwa 75 persen dari total stok rudal dan drone Iran saat ini masih utuh dan siap digunakan melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan Ali Reza membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut kapabilitas militer Iran telah hancur.
Menurut Ali Reza, serangan AS dan Israel sejauh ini tidak seefektif klaim Washington. "Lebih dari 75 persen kapabilitas rudal dan drone Iran masih utuh dan siap," ujar Sheikh.
Dia menggambarkan sistem drone Iran telah menjadi sebuah "mimpi buruk bagi musuh", dalam sebuah pesan yang bertujuan untuk menegaskan keberlanjutan kemampuan Iran dalam menggunakan sistem drone meski diserang AS dan Israel. Komentar Ali Reza Sheikh kontras dengan klaim Trump yang menebut Iran saat ini hanya memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari total stok rudal dan drone.
Menurut publikasi Defense Express dilansir UNN, Rabu (12/8/2026), Iran bahkan berencana memproduksi rudal balistik dengan daya jelajah hingga 15 ribu kilometer yang bisa menjangkau wilayah AS. Rencana itu diungkap oleh Abd al-Nabi Musavi Fard, seorang perwakilan dari Pemimpin Tertinggi Iran dalam sebuah pernyataan lewat khotbah Jumat pekan lalu.
Defense Express melaporkan, transisi dari rudal jarak menengah ke sistem antarbenua akan menjadi lompatan teknologi yang sulit. Untuk bisa menghantam langsung wilayah Washington dan New York dari Iran, dibutuhkan rudal yang memiliki jangkauan minimal 10 ribu kilometer.
Sama seperti Khorramshahr rudal dengan jarak jelajah terjauh Iran saat ini, dikembangkan berbasis pada rudal Korut, Hwasong-10, yang diketahui asalnya berasal dari teknologi rudal balistik produksi Uni Soviet, R-27. Korut sendiri memiliki beberapa rudal antarbenua yang diklaim memiliki daya jelajah 15 ribu kilometer atau lebih.

1 hour ago
5















































