Papan reklame anti-Israel dan Amerika Serikat di di Lapangan Valiasr di Teheran, Iran, 27 Oktober 2024. Presiden AS Joe Biden dan PM Israel Benjamin Netanyahu ditulis sebagai Penghasut Perang di reklame itu.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --Iran pada Sabtu memperingatkan berbagai negara agar tidak berpartisipasi dalam perang ekonomi Amerika Serikat terhadap republik Islam tersebut. Iran menyatakan bahwa mereka yang bergabung dengan AS akan dianggap sebagai musuh.
"Kami menyerukan kepada semua negara... jangan bergabung dalam perang ekonomi yang dikobarkan oleh Amerika Serikat," ujar Mohsen Rezai, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, di televisi pemerintah.
Washington telah mendesak sekutu-sekutunya untuk bergabung dalam kampanye baru Donald Trump guna mengisolasi ekonomi Iran. Seruan itu disampaikan saat perang tak populer yang dilancarkan Presiden AS itu terus berlanjut mendekati bulan keenam.
Rezai menegaskan, negara mana pun yang turut serta dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap Iran akan dianggap sebagai musuh.
"Jika negara-negara tersebut menolak untuk menjauhkan diri dari Amerika Serikat, Iran akan membuat rugi mereka," jelasnya.

4 weeks ago
47
















































