foto selebaran yang disediakan oleh Kantor Angkatan Darat Iran menunjukkan pasukan Angkatan Darat Iran selama latihan militer di pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, selatan Iran, 30 Desember 2022.
REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Latihan maritim gabungan antara Angkatan Laut Republik Islam Iran dan Angkatan Laut Federasi Rusia di Selat Hormuz resmi berakhir menyusul upacara pelepasan kapal induk helikopter Rusia, "Stoiky". Latihan ini menandai penguatan kerja sama bilateral di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, lapor Mehr News, Kamis (19/2/2026).
Latihan gabungan tersebut bertujuan untuk memperluas diplomasi maritim, meningkatkan keamanan laut, serta memperkuat sinergi operasional antara kedua negara. Dalam upacara penutupan, kapal Rusia "Stoiky" dikawal keluar dari zona latihan oleh unit-unit permukaan Iran sebagai bentuk penghormatan dan tanda berakhirnya tugas bersama.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Kamis menyatakan bahwa latihan militer ini telah direncanakan jauh sebelum terjadinya eskalasi ketegangan terbaru antara Teheran dan Washington. Hal ini menegaskan bahwa kerja sama militer kedua negara bersifat strategis dan jangka panjang.
Peringatan keras Lavrov
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Lavrov menyebut bahwa setiap serangan baru AS terhadap Iran adalah tindakan yang sama saja dengan "bermain api". Menurut Lavrov, perang akan memicu konsekuensi serius bagi stabilitas global.
"Konsekuensinya tidak akan baik. Sebelumnya telah terjadi serangan terhadap situs-situs nuklir Iran yang berada di bawah kendali Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," ujar Lavrov dalam wawancara dengan televisi al-Arabiya yang disiarkan Rabu, menyusul pembicaraan nuklir antara Iran dan AS di Jenewa.

2 weeks ago
3

















































