IRGC Klaim Rudal Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa

4 hours ago 1

IRGC Klaim Rudal Iran Hantam Kilang Minyak Israel di Haifa Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Iran melancarkan serangan terhadap kilang minyak milik Israel di kota Haifa, menurut pernyataan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Sabtu.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut kilang minyak di Haifa dihantam oleh rudal Kheibar Shekan missile.

“Kilang minyak Haifa telah dihantam oleh rudal Kheibar Shekan Iran,” demikian pernyataan IRGC.

Selain menyerang target di Haifa, IRGC juga mengklaim melakukan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, pasukan AS di Hotel Marina Dubai di Dubai, serta sejumlah target lainnya di wilayah Israel.

Serangan Balasan Iran

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Iran Tuduh AS Memicu Eskalasi

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump salah menafsirkan kesiapan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

Araghchi memperingatkan bahwa Iran siap menghadapi Amerika Serikat jika konflik terus meningkat.

“Jika Trump menginginkan eskalasi, justru itulah yang telah lama dipersiapkan oleh angkatan bersenjata kami, dan itulah yang akan dia dapatkan,” kata Araghchi dalam pernyataannya di platform X.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab atas setiap peningkatan konflik sepenuhnya berada di pihak pemerintah Amerika Serikat.

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran tidak akan menyerang negara-negara tetangga kecuali jika wilayah mereka digunakan sebagai basis serangan terhadap Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan besar-besaran akan dilancarkan terhadap Iran pada Sabtu dan mengancam akan melakukan “penghancuran total” terhadap wilayah serta kelompok yang sebelumnya tidak dianggap sebagai target.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|