
Angkutan mini bus KSPN Sinar-Jaya melayani Malioboro-Pantai Baron. - ist/dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Layanan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) kembali melayani rute wisata dari Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, Gunungkidul, pada Kamis (21/5/2026). Transportasi ini menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan pantai selatan tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Dua rute favorit yang disediakan yakni Malioboro–Obelix Sea View dan Malioboro–Pantai Drini. Kedua destinasi tersebut dikenal sebagai kawasan wisata unggulan di Gunungkidul dengan panorama laut dan perbukitan yang menjadi daya tarik wisatawan.
Untuk rute Malioboro–Obelix Sea View, tarif perjalanan dipatok Rp12.000. Bus akan berangkat dari kawasan Malioboro (BI), kemudian melintasi Simpang Bakulan dan jalur Parangtritis sebelum tiba di lokasi tujuan.
Sementara itu, rute Malioboro–Pantai Drini dikenakan tarif Rp26.000 dengan jalur perjalanan melewati Gembira Loka Zoo, Siyonoharjo, Pantai Baron, hingga kawasan Pantai Drini.
Layanan angkutan KSPN ini dinilai menjadi solusi transportasi yang lebih aman dan praktis, terutama bagi wisatawan yang belum terbiasa melintasi jalur perbukitan menuju kawasan wisata selatan DIY.
Jadwal Angkutan KSPN Kamis 21 Mei 2026
Rute Malioboro – Obelix Sea View
07.30 WIB
08.30 WIB
09.30 WIB
11.00 WIB
13.00 WIB
14.30 WIB
Rute Obelix Sea View – Malioboro
09.00 WIB
10.30 WIB
12.00 WIB
14.00 WIB
15.30 WIB
17.00 WIB
Rute Malioboro – Pantai Drini
07.30 WIB
08.30 WIB
10.00 WIB
Rute Pantai Drini – Malioboro
12.00 WIB
14.30 WIB
16.00 WIB
Dengan jadwal keberangkatan sejak pagi hingga sore hari, layanan angkutan KSPN diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wisata sekaligus mendukung pertumbuhan kunjungan ke destinasi pantai selatan DIY.
Transportasi Publik Dorong Wisata Berkelanjutan
Akses transportasi umum menuju destinasi wisata dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Kehadiran angkutan KSPN memungkinkan wisatawan menikmati perjalanan menuju objek wisata tanpa harus terbebani biaya kendaraan pribadi maupun risiko kelelahan akibat perjalanan jarak jauh.
Selain mempermudah mobilitas wisatawan, penggunaan transportasi publik juga dinilai mampu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur wisata saat akhir pekan maupun musim liburan.
Berkurangnya volume kendaraan pribadi di kawasan wisata turut membantu menekan polusi udara serta mengurangi persoalan keterbatasan lahan parkir di area destinasi.
"Transportasi publik yang terintegrasi ke titik wisata bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga upaya menjaga keasrian destinasi agar tetap layak dinikmati oleh generasi mendatang."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































