Angkutan KSPN dengan armada Sinar Jaya saat melintas di kawasan Titik Nol Malioboro, Kota Jogja. - Harian Jogja/Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Layanan angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) menjadi solusi praktis bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi pantai selatan tanpa kendaraan pribadi. Pada Minggu (3/5/2026), tersedia jadwal keberangkatan dari kawasan Malioboro menuju sejumlah lokasi favorit di Gunungkidul seperti Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Dua rute utama yang paling diminati wisatawan menghubungkan pusat kota Yogyakarta dengan kawasan pesisir selatan, yakni rute menuju Obelix Sea View dan Pantai Ndrini. Kedua destinasi ini dikenal memiliki panorama laut yang berpadu dengan perbukitan karst khas Gunungkidul.
Untuk rute Malioboro–Obelix Sea View, tarif perjalanan dipatok Rp12.000 dengan lintasan dari Malioboro (BI), melewati Simpang Bakulan hingga kawasan Parangtritis sebelum tiba di lokasi tujuan.
Sementara itu, rute Malioboro–Pantai Ndrini dikenakan tarif Rp26.000. Jalur perjalanan melintasi Gembira Loka Zoo, Siyonoharjo, Pantai Baron, hingga berakhir di Pantai Ndrini.
Kehadiran layanan ini memberikan alternatif transportasi yang aman, nyaman, dan efisien, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan tanpa harus menghadapi medan perbukitan yang cukup menantang di wilayah selatan DIY.
Berikut jadwal keberangkatan angkutan KSPN dari Malioboro, Minggu (3/5/2026):
Rute Malioboro – Obelix Sea View
07.30 – 08.30 – 09.30 – 11.00 – 13.00 – 14.30 WIB
09.00 – 10.30 – 12.00 – 14.00 – 15.30 – 17.00 WIB
Rute Malioboro – Pantai Ndrini
07.30 – 08.30 – 10.00 WIB
12.00 – 14.30 – 16.00 WIB
Dengan jadwal yang tersedia sejak pagi hingga sore hari, layanan angkutan KSPN ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata di wilayah selatan DIY sekaligus mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Akses menuju destinasi wisata melalui transportasi publik kini tidak lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan inklusif. Ketika destinasi dapat dijangkau dengan moda transportasi umum, hambatan logistik bagi wisatawan akan berkurang secara signifikan.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk yang tidak memiliki kendaraan pribadi, untuk menikmati keindahan alam tanpa harus menanggung biaya tinggi atau kelelahan akibat perjalanan jauh.
Dari sisi lingkungan, penggunaan transportasi publik secara luas juga menjadi langkah strategis untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di jalur wisata saat akhir pekan. Selain itu, penurunan jumlah kendaraan pribadi dapat membantu menekan polusi udara serta mengatasi keterbatasan lahan parkir di kawasan wisata.
"Transportasi publik yang terintegrasi ke titik wisata bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga upaya menjaga keasrian destinasi agar tetap layak dinikmati oleh generasi mendatang," serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih santai karena wisatawan dapat menikmati pemandangan tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas sepanjang perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































