Jejak Lensa Mendiang Eugene Panji

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar duka datang dari industri kreatif Indonesia. Sutradara film dan video musik Eugene Panji meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026) sore di usia 52 tahun. la mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Puri Cinere, Depok, Jawa Barat.

Kabar ini diumumkan oleh perwakilan keluarga dalam pesan singkat yang beredar di kalangan media. Melalui pesan tersebut, keluarga juga meminta maaf atas segala kesalahan mendiang semasa hidup.

"Mengabarkan berita duka, telah berpulang sutradara Eugene Panji, sore ini di RS Siloam Puri Cinere. Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum," demikian isi pesan tersebut dikutip pada Rabu (25/8/2026).

Menurut informasi, jenazah Eugene akan disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Jakarta dan rencananya akan dikremasi. Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada informasi mengenai penyebab meninggalnya sang sutradara.

Perjalanan karier Eugene

Lahir di Jakarta pada 29 Agustus 1973, Eugene merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ). la dikenal sebagai sutradara video musik, iklan televisi, serta film layar lebar. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi produser dan penata artistik.

Eugene pernah menyutradarai sejumlah video klip musisi dan grup musik seperti Agnez Mo, Slank, Tompi, Ipang, Ada Band, Govinda, dan Cokelat. Eugene kemudian memperluas kiprahnya dengan menyutradarai film panjang pertamanya Cita-Citaku Setinggi Tanah yang dirilis pada 2012.

Film tersebut menjadi proyek yang memiliki arti khusus dalam perjalanan Eugene. Diproduksi Humanplus Production, film itu membawa misi sosial di mana seluruh hasil pendapatan dari film disumbangkan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Film Cita-Citaku Setinggi Tanah berkisah mengenai Agus, seorang anak dari keluarga miskin yang memiliki cita-cita ingin makan di sebuah restoran Padang. Kisah tersebut kemudian berkembang menjadi cerita mengenai perjuangan seorang anak dalam mengejar keinginannya.

Cita-Citaku Setinggi Tanah juga mendapat kesempatan tampil di kancah internasional. Film itu tercatat dalam program Generation di Berlin Film Festival 2013 dengan judul internasional Stepping on the Flying Grass.

Pada 2017, Eugene juga menyutradarai film musikal Naura & Genk Juara the Movie. Film ini mengikuti petualangan Naura, Okky, dan Bimo ketika mengikuti kompetisi sains. Tidak hanya itu, mereka kemudian harus bekerja sama untuk menyelamatkan satwa liar dari sindikat perdagangan ilegal.

Eugene kembali menghadirkan karya dengan genre drama aksi berjudul 22 Menit, yang mengambil latar peristiwa serangan bom Thamrin di Jakarta pada Januari 2016. Film tersebut menggambarkan situasi ketika aparat kepolisian harus bergerak cepat menghadapi serangan teror dan mengamankan warga.

Pada 2023, Eugene menjajal genre drama romantis dengan mengarahkan film Bangsatnya Cinta Pertama. Film ini dibintangi Adinda Thomas, Elang El Gibran, Rania Putrisari, dan Annette Edoarda.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|