Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat menghadiri pemakaman Senator AS Lindsey Graham di Washington DC, Selasa (28/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Iran berupaya membunuh salah satu putranya, sebagaimana dilaporkan sejumlah media Israel, dikutip Aljazeera, Selasa (25/8/2026).
Netanyahu menilai perlindungan keamanan terhadap anak-anaknya bukanlah sebuah kemewahan. Menurutnya, tanpa pengamanan tersebut, mereka akan dengan mudah menjadi sasaran.
Pernyataan itu disampaikan menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang.
Menanggapi tudingan bahwa eskalasi keamanan justru menguntungkan dirinya menjelang pemilu, Netanyahu mengatakan kepada Channel 14 Israel bahwa dirinya menghadapi berbagai ancaman terhadap Israel dengan penuh tanggung jawab, tegas, dan sangat serius.
Sementara itu, Channel 12 Israel melaporkan bahwa sensor militer selama berbulan-bulan melarang publikasi mengenai rincian dugaan upaya Iran untuk membunuh salah satu putra Netanyahu.
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, berdasarkan sumber-sumbernya, bahwa badan-badan keamanan Israel, termasuk Shin Bet dan Mossad, menyimpulkan bahwa Netanyahu dan keluarganya akan tetap menghadapi tingkat ancaman yang tinggi sepanjang hidup mereka.
Kesimpulan tersebut didasarkan pada apa yang disebut sebagai “keinginan musuh-musuh Israel untuk melakukan pembalasan atas berbagai operasi dan pembunuhan yang dilakukan selama perang.”
Bulan lalu, komite menteri yang membidangi Shin Bet menyetujui pemberian perlindungan keamanan kepada Netanyahu dan istrinya, Sara Netanyahu, hingga akhir hayat mereka.

3 hours ago
3

















































