Sejumlah umat Islam bermain dengan burung merpati di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (19/5/2024).
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kamar Dagang Makkah telah mengalokasikan 2.500 kamar hotel yang dilengkapi fasilitas lengkap untuk menampung warga negara Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) yang terjebak di bandara-bandara di seluruh Kerajaan.
Dilansir di Saudi Gazette, Senin (2/3/2026), langkah ini mengikuti arahan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz. Raja Salman menyetujui penampungan semua warga negara GCC yang terjebak dan memastikan kenyamanan mereka hingga kondisi memungkinkan kepulangan mereka dengan aman ke negara masing-masing.
Arahan tersebut mencakup fasilitasi seluruh prosedur yang diperlukan untuk menampung dan menghormati warga negara GCC serta memberikan dukungan dan keramahan penuh hingga mereka kembali dengan aman ke negara masing-masing.
Kamar Dagang Makkah segera memulai pengaturan logistik yang diperlukan sebagai tanggapan atas arahan tersebut.
Ketua Komite Hotel dan Pariwisata di Kamar Dagang, Abdulmohsen Al-Ajlan, mengonfirmasi alokasi 2.500 kamar hotel, bersama layanan pendukung komprehensif untuk memastikan kenyamanan dan keramahan yang layak bagi para tamu.
Ia mengatakan, penerimaan warga negara GCC mencerminkan pendekatan Kerajaan yang berpusat pada manusia dan komitmennya terhadap solidaritas dengan negara-negara tetangga di Teluk. Ia menekankan bahwa Makkah tetap menjadi rumah yang ramah bagi semua orang yang datang ke tanahnya.

2 hours ago
2
















































