REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Karina Salim kembali menjadi pemeran utama dalam film layar lebar berjudul Hasut arahan sutradara Ilya Sigma. Menurut dia, film ini memberikan pengalaman baru dan berbeda karena ceritanya sejak awal hanya berpusat pada empat karakter.
"Yang membuat aku menantang banget adalah skrip ini, cuma fokus ke empat karakter, Kalau film lain biasanya ada adegan kilas balik, atau adegan pendukung lain. Tapi di film ini hanya fokus ke empat karakter aja. Buat aku itu pengalaman baru dan menantang," kata Karina saat diwawancara di kantor Republika, Selasa (8/9/2026).
Film horor psikologis Hasut bercerita tentang empat sekawan yang pergi ke tengah hutan untuk menjalani ritual penyembuhan atau meditasi. Vira datang dengan tujuan membantu adiknya, Rere, yang diperankan Rachel Amanda dan dianggap sebagai trouble maker.
Namun, situasi berubah setelah muncul suara-suara aneh yang seolah menghasut mereka. Berbagai kejadian mulai terjadi dan membuat keempatnya perlahan saling menaruh curiga hingga kepercayaan di antara mereka runtuh.
Proses syuting Hasut berlangsung sekitar tiga pekan dan seluruhnya dilakukan di Yogyakarta. Tim produksi menggunakan beberapa lokasi hutan dan satu gua.
"Tapi jangan bayangin hutan belantara gitu ya. Meski dilihat dari trailer itu kelihatannya hutan banget, tapi sebetulnya enggak hutan banget. Aman dan nyaman banget syuting di sana," kata Karina.
Salah satu pengalaman yang paling diingat Karina terjadi saat menjalani syuting di dalam gua. Menurut dia, suasana di gua tersebut cukup menyeramkan.
Sebagai orang yang menyukai hal-hal mistis, Karina bahkan sempat berharap bertemu dengan sosok astral selama syuting. Namun, ketika akhirnya terjadi sesuatu yang terasa janggal, penyebabnya justru bukan karena hal mistis.
"Karena suka hal mistis, aku lumayan menunggu nih kejadian mistis. Pas adegan di gua, aku pikir pasti nih ada kejadian. Dan ternyata benar, semua lampu lighting mati, lama banget, mana hujan, dan cukup aneh kenapa. Ternyata menurut tim memang ada kesalahan teknis, Padahal aku nunggu 'uka-uka'. Jadi itulah pengalaman uka-uka yang enggak jadi," ujar Karina.
Bermain dalam film horor juga menjadi tantangan bagi Karina. Karena pemain tidak cukup hanya menunjukkan rasa takut, tetapi juga harus bisa membuat ketakutan tersebut terlihat dramatis sekaligus tetap natural.

2 hours ago
2













































