Kekurangan Murid, Pemkab Gunungkidul Gabungkan 5 SD Negeri

6 hours ago 4

Kekurangan Murid, Pemkab Gunungkidul Gabungkan 5 SD Negeri

Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menerapkan kebijakan penggabungan lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) seiring dimulainya tahun ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Langkah tersebut diambil setelah Dinas Pendidikan Gunungkidul menemukan sejumlah sekolah tidak lagi mampu memenuhi jumlah minimal peserta didik dalam satu rombongan belajar akibat terus berkurangnya murid baru.

Kebijakan regrouping tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 201/KPTS/2026 tentang Penggabungan SD Negeri di Kabupaten Gunungkidul tertanggal 1 Juli 2026. Dinas Pendidikan memastikan kebijakan telah melalui proses kajian dan sosialisasi sebelum diberlakukan.

Lima SD Resmi Digabung

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, mengatakan lima SD yang digabung berada di wilayah Kapanewon Ngawen, Tanjungsari, Semin, dan Karangmojo.

"Sekolah yang digabung tersebar di Ngawen, Tanjungsari, Semin dan Karangmojo. Kebijakan ini mulai berlaku saat tahun ajaran baru per 13 Juli [Senin]," kata Asbani saat dihubungi, Minggu (12/7/2026).

Menurut dia, penggabungan dilakukan karena jumlah peserta didik di sekolah-sekolah tersebut terus menurun sehingga tidak mampu memenuhi ketentuan rombongan belajar yang telah ditetapkan.

Asbani menjelaskan, proses regrouping bukan keputusan yang diambil secara mendadak. Kajian terhadap sekolah-sekolah tersebut telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, termasuk kebijakan untuk tidak menerima peserta didik baru agar seluruh siswa yang masih belajar dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

"Tujuan tidak menerima murid baru untuk menghabiskan siswa yang ada hingga lulus. Dengan ini, maka proses penggabungan lebih mudah," katanya.

Sosialisasi Dilakukan Sebelum Penggabungan

Sebelum kebijakan diberlakukan, Dinas Pendidikan juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tokoh masyarakat, serta pemerintah kalurahan di wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan agar warga memahami alasan penggabungan sekolah sekaligus meminimalkan potensi penolakan di lapangan.

"Sosialisasi ini penting agar kebijakan penggabungan diketahui oleh masyarakat. Alhamdulillah proses penggabungan kelima sekolah berjalan dengan lancar," katanya.

Masih Ada Sembilan SD Berpotensi Digabung

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan hasil kajian menunjukkan masih ada sembilan SD lain yang berpotensi digabung dengan sekolah terdekat.

Namun, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan proses sosialisasi kepada masyarakat agar kebijakan dapat diterima dengan baik.

Menurut Nunuk, persoalan kekurangan peserta didik memang masih menjadi tantangan besar bagi sekolah dasar di Gunungkidul.

Hanya 36 SD Penuhi Kuota Rombel

Berdasarkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, kondisi jumlah peserta didik baru masih jauh dari kapasitas yang tersedia.

Dinas Pendidikan mencatat terdapat 463 SD di Gunungkidul, terdiri atas 401 sekolah negeri dan 62 sekolah swasta.

Dari jumlah tersebut, hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar sebanyak 28 siswa per kelas.

Sementara itu, sebanyak 172 SD hanya menerima kurang dari 10 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Adapun 255 SD lainnya memperoleh lebih dari 10 siswa, tetapi tetap belum mencapai kuota rombongan belajar yang telah ditentukan.

Nunuk mengungkapkan kapasitas penerimaan siswa baru tingkat SD di Gunungkidul mencapai 13.804 kursi. Namun, jumlah peserta didik yang diterima hanya sebanyak 6.731 anak.

"Kita punya kuota penerimaan siswa baru tingkat SD sebanyak 13.804 kursi, sedangkan yang diterima hanya 6.731 anak. Jadi, kalau ada sekolah yang kekurangan murid merupakan hal yang wajar karena memang kuotanya lebih banyak ketimbang calon murid baru," kata Nunuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|