Harianjogja.com, MAKKAH—Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menilai capaian tersebut berkaitan erat dengan penerapan kebijakan istitha'ah kesehatan yang lebih ketat sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Data terbaru menunjukkan angka kematian jemaah haji Indonesia hingga saat ini berada di kisaran 180 orang. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji 2025 yang mencapai lebih dari 400 orang.
"Tahun ini ada prestasi yang luar biasa. Jumlah kematian jemaah haji kita menurun drastis. Tahun lalu 400-an, sementara saat ini berada di kisaran 180-an," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Makkah, Rabu (3/6/2026).
Meski angka kematian jemaah haji 2026 menunjukkan tren positif, pemerintah berharap tidak terjadi peningkatan signifikan hingga seluruh rangkaian ibadah haji dan proses pemulangan jemaah ke Indonesia selesai dilaksanakan.
"Mudah-mudahan sampai akhir musim haji tidak ada penambahan lagi. Kita berdoa bersama agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan keselamatan," katanya.
Menurut Dahnil, penurunan angka kematian jemaah haji Indonesia menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan istitha'ah kesehatan yang kini dijalankan lebih ketat. Kebijakan tersebut membuat mayoritas jemaah yang diberangkatkan memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau ada perubahan yang cukup mendasar, salah satunya memang ada pada penerapan istitha'ah kesehatan. Karena yang berangkat relatif sehat, maka angka kematian juga turun cukup drastis," ujarnya.
Istitha'ah kesehatan merupakan syarat kemampuan fisik dan kesehatan yang wajib dipenuhi calon jemaah sebelum memperoleh izin berangkat menunaikan ibadah haji. Kebijakan ini menjadi perhatian pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi karena berhubungan langsung dengan keselamatan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik prima.
Dahnil menjelaskan Indonesia merupakan negara dengan kuota jemaah haji terbesar di dunia. Dengan jumlah kuota sekitar 221.000 jemaah, angka kematian secara absolut memang terlihat lebih tinggi dibandingkan negara lain. Namun, apabila dihitung berdasarkan persentase terhadap total jemaah, tingkat kematian jemaah Indonesia dinilai relatif lebih rendah dan terus menunjukkan tren perbaikan.
"Kita adalah negara dengan jumlah jemaah terbesar di dunia. Karena jumlahnya besar, secara akumulatif angka kematian memang terlihat lebih banyak. Tetapi secara persentase sebenarnya lebih rendah dan terus menunjukkan tren penurunan," katanya.
Istitha'ah Kesehatan Haji 2027 Akan Diperketat
Keberhasilan menekan angka kematian jemaah haji 2026 mendorong pemerintah untuk memperkuat penerapan istitha'ah kesehatan pada penyelenggaraan haji tahun depan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia.
Dahnil mengakui kebijakan tersebut tidak selalu mudah diterapkan karena banyak calon jemaah yang telah menunggu antrean keberangkatan dalam waktu lama. Namun, menurutnya, faktor kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
"Memang ini kebijakan yang dilematis. Banyak calon jemaah yang sudah lama menunggu keberangkatan. Tetapi mau tidak mau, kita harus lebih ketat dalam penerapan istitha'ah kesehatan," ujarnya.
Pengetatan istitha'ah kesehatan tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memberikan perhatian besar terhadap aspek kesehatan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
"Kami akan lebih ketat lagi terkait istitha'ah kesehatan karena ini juga menjadi perhatian dan mandat dari Pemerintah Arab Saudi sebagai host pelaksanaan ibadah haji," kata Dahnil.
Selain aspek kesehatan, evaluasi penyelenggaraan haji 2026 juga mencakup pelayanan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pemerintah berharap kebijakan kesehatan yang lebih selektif dapat menekan risiko kematian maupun gangguan kesehatan serius pada musim haji mendatang, seiring target penyelenggaraan Haji 2027 yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































