Jumali Kamis, 25 Juni 2026 12:57 WIB

Laga Korea Selatan vs Afrika Selatan/Instagram: Thekfa
Harianjogja.com, JOGJA—Korea Selatan masih memiliki harapan untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 meski gagal meraih tiket otomatis dari Grup A. Kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan membuat Taegeuk Warriors finis di posisi ketiga klasemen dengan tiga poin, namun selisih gol yang relatif baik menjaga peluang mereka untuk tetap bertahan di turnamen.
Hasil tersebut menempatkan Korea Selatan dalam persaingan memperebutkan delapan tiket peringkat ketiga terbaik yang tersedia pada format baru Piala Dunia 2026.
Dengan koleksi tiga poin dan selisih gol minus satu, Korea Selatan berada dalam posisi yang cukup kompetitif dibandingkan sejumlah tim peringkat ketiga dari grup lain yang berpotensi mengakhiri fase grup dengan catatan lebih buruk.
Format Baru Membuka Harapan
Piala Dunia 2026 menggunakan format baru dengan 48 peserta yang terbagi ke dalam 12 grup. Dua tim teratas dari masing-masing grup otomatis lolos ke babak 32 besar.
Selain itu, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak melanjutkan perjalanan ke fase gugur. Sistem ini membuat peluang Korea Selatan belum sepenuhnya tertutup meski gagal finis di dua besar Grup A.
Hingga saat ini, sejumlah grup telah menyelesaikan pertandingan fase grup. Bosnia dan Herzegovina menjadi salah satu tim peringkat ketiga yang sudah dipastikan lolos setelah mengumpulkan empat poin.
Sementara itu, Korea Selatan mengoleksi tiga poin dengan selisih gol minus satu. Catatan tersebut masih lebih baik dibanding beberapa kandidat peringkat ketiga lain yang memiliki selisih gol lebih buruk.
Selisih Gol Minus Satu Jadi Modal Penting
Dalam persaingan tim peringkat ketiga terbaik, jumlah poin menjadi faktor utama. Namun ketika poin sama, selisih gol akan menjadi penentu berikutnya.
Posisi Korea Selatan dinilai masih cukup aman karena selisih gol minus satu tergolong kompetitif dibandingkan banyak tim yang berpotensi finis dengan selisih gol lebih rendah.
Sejumlah analis internasional menilai peluang Korea Selatan masih cukup besar. Selisih gol minus satu dianggap berada dalam batas yang biasanya cukup untuk membawa sebuah tim lolos ke fase gugur melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Meski demikian, kepastian baru akan diketahui setelah seluruh pertandingan fase grup selesai dimainkan.
Grup Lain Masih Bisa Mengubah Situasi
Nasib Korea Selatan kini bergantung pada hasil pertandingan dari grup-grup yang belum menyelesaikan fase penyisihan.
Beberapa tim yang masih berpotensi memengaruhi persaingan peringkat ketiga antara lain berasal dari Grup E, Grup F, Grup G, Grup I, hingga Grup K.
Apabila tim-tim tersebut gagal meraih poin maksimal atau mengakhiri fase grup dengan selisih gol yang lebih buruk, posisi Korea Selatan akan semakin aman.
Sebaliknya, kemenangan sejumlah pesaing dapat membuat persaingan menjadi jauh lebih ketat dan berisiko menyingkirkan Taegeuk Warriors dari delapan besar klasemen peringkat ketiga.
Son Heung-min Jadi Sorotan
Di tengah penantian hasil grup lain, keputusan pelatih Hong Myung-bo saat menghadapi Afrika Selatan terus menuai perdebatan.
Kapten tim Son Heung-min tidak dimainkan sejak awal pertandingan dan baru masuk pada babak kedua ketika Korea Selatan sudah berada dalam posisi tertinggal.
Tanpa kehadiran pemain andalan tersebut sejak menit pertama, Korea Selatan kesulitan menciptakan peluang berbahaya di babak pertama. Kondisi itu membuat banyak pihak mempertanyakan strategi yang diterapkan dalam laga yang menentukan nasib tim.
Jika Korea Selatan gagal lolos ke babak 32 besar, keputusan mencadangkan Son Heung-min kemungkinan akan menjadi salah satu aspek yang paling banyak dikritik dalam evaluasi tim.
Meski demikian, peluang Korea Selatan masih hidup. Dengan tiga poin dan selisih gol minus satu, mereka masih memiliki kesempatan realistis untuk menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































