REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah pesawat angkut militer Amerika Serikat (AS) Boeing C-17 Globemaster III mendarat di Bandara Vnukovo, Moskow, Selasa (25/8/2026) pagi. Penerbangan yang tidak diumumkan itu segera memunculkan tanda tanya karena pesawat datang dari Riga, Latvia, setelah sebelumnya berangkat dari kawasan Washington.
Beberapa jam kemudian, misterinya mulai terkuak. Direktur Badan Intelijen Pusat AS atau CIA, John Ratcliffe, ternyata berada di Moskow untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat Rusia.
CBS News menjadi salah satu media pertama yang mengonfirmasi keberadaan Ratcliffe. Dalam laporan Selasa, 25 Agustus 2026, CBS mengutip sejumlah sumber yang mengetahui perjalanan tersebut dan menyatakan Ratcliffe berada di Rusia untuk melakukan “meetings” atau pertemuan. Reuters kemudian mengonfirmasi laporan CBS dan Axios mengenai kunjungan itu.
Namun, justru bagian terpenting dari perjalanan tersebut masih dirahasiakan. Siapa yang ditemui Ratcliffe? Apa yang dibicarakan? Apakah perang Ukraina menjadi agenda utama? Apakah ia membawa pesan langsung Presiden Donald Trump kepada Kremlin?
Hingga Selasa malam, tidak satu pun pertanyaan itu mendapat jawaban resmi. Reuters melaporkan pada Selasa, 25 Agustus 2026, bahwa CBS News dan Axios tidak menyebut siapa pejabat Rusia yang bertemu Ratcliffe ataupun substansi pembicaraan mereka. CIA juga tidak memberikan komentar mengenai kunjungan tersebut.
Kunjungan tersebut menjadi semakin menarik karena dilakukan ketika jalur diplomasi AS-Rusia mengenai Ukraina sedang tersendat, sementara Washington dan Kiev justru tengah menyusun proposal baru untuk dibawa kepada Moskow.
Datang dengan Pesawat Militer AS
Jejak perjalanan Ratcliffe mulai terlihat dari pergerakan sebuah pesawat militer AS. Data Flightradar24 yang dikutip Reuters dan ABC News menunjukkan Boeing C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara AS terbang dari Riga pada Selasa pagi menuju Bandara Vnukovo di Moskow.
ABC News pada Selasa, 25 Agustus 2026, melaporkan pesawat dengan nomor penerbangan RCH4555 tersebut sebelumnya berasal dari Joint Base Andrews di Maryland, pangkalan militer penting di dekat Washington yang juga menjadi basis pesawat kepresidenan AS.
Reuters dalam laporan terpisah menyebut pesawat dengan nomor ekor AS 07-7181 tersebut mendarat di Moskow sekitar pukul 07.00 GMT. Sebelum tiba di Rusia, pesawat itu telah berada di Riga sejak 23 Agustus setelah terbang dari kawasan Washington.
CBS News juga melaporkan sebuah iring-iringan kendaraan diplomatik AS terlihat di Moskow setelah pesawat itu tiba. Kunjungan tersebut bukan perjalanan biasa. Menurut Axios pada Selasa, 25 Agustus 2026, itu merupakan kunjungan pertama Ratcliffe ke Moskow sejak ia menjabat direktur CIA dan merupakan kunjungan pejabat pemerintahan Trump dengan level tertinggi ke Rusia sejak Januari 2026.
Kremlin Mengaku tak Tahu
Hal yang membuat kunjungan tersebut semakin misterius adalah respons awal Kremlin. Sebelum identitas penumpang pesawat diketahui publik, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dirinya tidak mengetahui kedatangan pesawat militer AS tersebut.
“Saya tidak memiliki informasi seperti itu,” kata Peskov kepada wartawan pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan media Rusia NTV.
Peskov bahkan mengatakan Kremlin tidak mempunyai rencana pertemuan dengan perwakilan pemerintahan AS pada pekan ini. “Tidak, tidak ada rencana seperti itu,” kata Peskov, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency pada hari yang sama.
Pernyataan tersebut tidak berarti Ratcliffe tidak menemui pejabat Rusia di luar Kremlin. Laporan Axios, CBS News, ABC News, dan Reuters sama-sama menyebut direktur CIA itu berada di Moskow untuk melakukan pertemuan dengan pihak Rusia. Tetapi hingga kini belum ada konfirmasi bahwa Ratcliffe bertemu Presiden Vladimir Putin.

1 hour ago
2

















































