REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru menuliskan, banyak orang sekarang ini terbiasa memakai pakaian tipis dalam sholat. Sehingga terlibat tubuhnya secara samar-samar.
Anda dapat melihat seprang laki-laki yang lewat di depan anda seakan-akan ia hanya memakai pakaian dalam. Bahkan, terkadang dapat terlihat auratnya karena sangat tipis kain yang dipakainya.
Hal ini tidak hanya berlaku pada pakaian yang baru, kadang juga terjadi pada pakaian lama yang telah sobek. Sampai-sampai ada yang terlihat auratnya dari sobekan tersebut ketika dipakainya.
Dalam hal ini, laki-laki dan perempuan sama saja. Bahkan, akan sangat berbahaya jika dialami oleh perempuan yang sering berbuat demikian. Oleh sebab itu, ketika sholat, janganlah memakai pakaian tipis seperti baju tidur atau yang lainnya.
Imam Syafii berkata, "Jika seseorang mengerjakan sholat dengan pakaian yang menerawang (transparan), maka hal itu belumlah cukup. Dalam hal ini, perempuan lebih sering berbuat demikian dari pada laki-laki, yaitu ketika perempuan hanya memakai kerudung yang menerawang. Aku lebih suka seorang perempuan yang mengerjakan sholat dengan memakai jilbab yang longgar."
As Safarini berkata, "Memakai pakaian tipis yang memperlihatkan bentuk tubuh dan tidak dapat menutupi aurat, baik bagi laki-laki maupun perempuan, maka hal itu dilarang dan haram untuk memakainya. Sebab, hal itu tidak menutup aurat yang secara syarat wajib ditutupi."
Nabi Muhammad bersabda:
سَيَكُوْنُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِيْ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ...
“Di akhir zaman nanti, akan ada dari umatku kaum wanita yang berpakaian padahal hakikatnya telanjang...” (HR Muslim)

4 hours ago
5















































