Ketahanan Ekonomi Keluarga Jadi Fokus Ani Martanti

4 hours ago 1

Ketahanan Ekonomi Keluarga Jadi Fokus Ani Martanti Wakil Ketua DPRD Sleman, Ani Martanti. - Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinamika ekonomi di tingkat nasional dan internasional kian dirasakan dampaknya hingga ke level rumah tangga. Meski dialami semua lapisan, setiap kelas sosial menunjukkan respons berbeda dalam menghadapi ketidakpastian pasar tersebut.

Masyarakat kelas atas yang cenderung terdidik dan melek literasi keuangan memiliki lebih banyak alternatif pilihan untuk tetap bertahan hidup (survive) di tengah kondisi ekonomi yang karut-marut. Sebaliknya, masyarakat kelas bawah cenderung bergantung pada jaring pengaman sosial serta memiliki keterampilan terbatas dalam menyokong ekonomi keluarga.

Fenomena ini sangat terlihat di kawasan urban yang padat penduduk, di mana lapangan kerja terkonsentrasi pada industri padat karya dan sistem komunal mulai luntur. Kondisi inilah yang menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Sleman, Ani Martanti. Ia menekankan pentingnya membangun ketahanan ekonomi sebagai fondasi utama menjaga keutuhan keluarga dan memutus rantai kemiskinan.

Ani secara konsisten mendorong berbagai program yang berporos pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan bukan sekadar bantuan materi, melainkan kunci untuk memperkuat ketahanan keluarga serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Kenapa saya berfokus pada pemberdayaan, alasannya karena salah satu kegagalan suatu keluarga ataupun kegagalan tumbuh kembang anak itu sangat dipengaruhi oleh dinamika keluarga. Ujung-ujungnya dari apa yang sudah saya teliti bersama teman-teman saya, aktivis pemerintah perempuan dan anak itu, salah satunya adalah faktor ekonomi,” kata Ani saat ditemui dalam acara Hari Pers Nasional di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (26/4/2026).

Menurut Ani, upaya peningkatan kesejahteraan harus diarahkan pada program pemberdayaan yang menyentuh langsung ke akar rumput, khususnya melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelatihan keterampilan menjadi langkah strategis, terutama bagi kaum perempuan, agar mampu mandiri secara finansial.

“Perempuan perlu didorong agar bisa berdiri di kakinya sendiri, memiliki penghasilan, dan membantu perekonomian keluarga,” tegas politisi ini.

Selain mendongkrak pendapatan, keterlibatan dalam kegiatan produktif juga dinilai mampu mengarahkan masyarakat pada aktivitas yang lebih positif. Dengan pemberdayaan, waktu yang ada dapat dialokasikan untuk kegiatan yang memiliki nilai ekonomi tinggi ketimbang terbuang sia-sia.

Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa program pelatihan yang ia kawal tidak hanya berhenti pada teknis keterampilan seperti memasak, tetapi juga mencakup aspek legalitas perizinan hingga strategi pemasaran produk. Seluruh program ini diakomodasi melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang dihimpun dari aspirasi masyarakat saat masa reses.
“Usulan masyarakat kami serap, lalu kami sesuaikan dengan kamus pokir, dan jika relevan langsung dialokasikan anggarannya,” jelasnya.

Melalui langkah pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, Ani berharap ketahanan keluarga di Kabupaten Sleman dapat terus terjaga. Hal ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mencapai target pengentasan kemiskinan secara bertahap di Bumi Sembada. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|