Kisah Pedagang Gunungkidul, Manfaat JKN PBI JK untuk Pengobatan Batu Ginjal

6 hours ago 4

Kisah Pedagang Gunungkidul, Manfaat JKN PBI JK untuk Pengobatan Batu Ginjal

Bayoga Yusuf (28), peserta JKN PBI JK./ Istimewa

GUNUNGKIDUL - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Salah satunya dirasakan langsung oleh warga Gunungkidul, Bayoga Yusuf (28). Sejak 2017 telah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Selama menjadi peserta JKN, Yoga telah memanfaatkan Program JKN untuk berbagai kebutuhan pengobatan. Salah satu manfaat yang paling dirasakannya adalah ketika harus menjalani pengobatan akibat penyakit batu ginjal yang dideritanya.

"Biasanya itu kalau pas kegawatdaruratan ke IGD. Biasanya, penyakit saya hanya satu, yaitu batu ginjal. Itu mulai aktif saya gunakan dari 2019 sampai sekarang," terang Yoga saat ditemui di RS Khusus Bedah An Nur Yogyakarta, Jumat (18/09).

Penyakit batu ginjal yang dialami Yoga terkadang kambuh dengan waktu yang tidak menentu. Dalam setahun, penyakit tersebut bisa kambuh satu kali, bahkan terkadang baru kembali dirasakan setelah dua tahun. Saat kambuh, Yoga akan menggunakan JKN.

“Biasanya, setahun sekali kambuh, kadang bisa sampai dua tahun. Sebelumnya, batu ginjal masih bisa keluar sendiri. Namun, terakhir kali, batu tersebut tidak keluar selama delapan hari. Akhirnya, saya menjalani tindakan laser.” Ujarnya.  

Tindakan laser yang dijalani Yoga pada Juli 2026 juga dijamin melalui Program JKN. Tidak hanya biaya tindakan medis, pengobatan lanjutan dan kontrol setelah operasi turut dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Setelah tindakan laser kemarin, saya sudah tiga kali kontrol sampai sekarang. Katanya, saya disuruh kontrol setiap satu tahun sekali paling enggak untuk cek ada batunya atau tidak. Semua biaya kontrol juga dijamin BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Dari berbagai pelayanan kesehatan yang pernah Yoga akses menggunakan JKN, ia merasa dilayani dengan baik. Yoga merasa tak pernah kecewa dengan layanan BPJS Kesehatan.

"Kalau dari saya pribadi belum pernah merasakan kecewa dari Program JKN. Walaupun kepesertaan JKN saya dari pemerintah [PBI JK], tetap nyaman menurut saya. Belum pernah ada kendala sama sekali, layanannya bagus," ujarnya.

Yoga juga telah memanfaatkan layanan JKN di sejumlah rumah sakit. Dari pengalaman tersebut, ia merasa mendapatkan pelayanan yang sama baiknya, baik ketika menjalani pemeriksaan, tindakan medis, maupun pemulihan.

“Semua layanan yang diberikan bagus. Mungkin mindset saya itu sudah positif dulu, jadi ya bagus semua, enggak ada keluhan,” ungkap Yoga.

Keramahan tenaga medis juga menjadi salah satu hal yang membuat Yoga merasa nyaman selama mengakses layanan kesehatan. Ia menuturkan, dokter, perawat, maupun petugas administrasi memberikan pelayanan dengan baik.

“Tidak pernah ada perawat maupun petugas administrasi yang menunjukkan raut wajah kurang menyenangkan. Semuanya ramah dan belum pernah ada yang bersikap galak kepada saya,” lanjutnya.

Bagi Yoga, kesehatan merupakan hal penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ia berprofesi sebagai pedagang sekaligus penyuplai alat-alat pertanian ke sejumlah toko. Aktivitas pekerjaannya menjangkau beberapa wilayah, mulai dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, hingga Sragen.

Dengan pekerjaan yang menuntut mobilitas, kondisi kesehatan menjadi salah satu hal yang perlu dijaga. Kehadiran Program JKN membuat Yoga merasa lebih tenang ketika harus mendapatkan pengobatan.

Pentingnya jaminan kesehatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Yoga, tetapi juga oleh masyarakat lainnya. Ia berharap Program JKN dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga semakin banyak orang memiliki perlindungan jaminan kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|